Rabu, 13 April 2016

BEWARE!!

Dalam setiap keadaan kita, iblis selalu saja mencari kesempatan untuk menjatuhkan setiap anak-anak Tuhan. Dan itu baru saja terjadi pada diri saya sekitar 2 bulan yang lalu. saya ingin menceritakan kisah ini agar dapat menjadi berkat bagi saudara-saudara sekalian.

Saya termasuk orang yang beruntung, sebab segala yang saya butuhkan dapat dikatakan tercukupi oleh berkat-berkat Tuhan. Saya juga memiliki talenta-talenta yang baik dalam berbagai hal, dan ini membuat saya menjadi orang yang sangat percaya diri. Selain itu, saya juga selalu menjalin hubungan dengan Tuhan dengan bersaat teduh setiap hari, berdoa, baca Firman Tuhan, ke gereja, dll. Saya merasakan bahwa hidup saya sudah sempurna dan berkenan di hadapan Tuhan. Hingga suatu saat, saya mengalami permasalahan yang membuat emosi saya meningkat.

Di sifat kepercayaan diri yang saya miliki, saya merasa bahwa saya adalah orang hebat dan bisa segalanya. Saat itulah iblis melihat adanya rasa sombong yang muncul dari diri saya. Saya yakin ini bukanlah pertama kalinya kesombongan ada dalam diri saya, tetapi mungkin saat ini Tuhan berkata lain dan mengijinkan iblis mencobai saya.

Saat emosi saya sangat tinggi dan segalanya terjadi begitu cepat, tiba-tiba terjadilah kecelakaan. Singkat cerita, ternyata Tuhan mengijinkan tulang jari kelingking dan jadi manis tangan kanan saya patah. Saat itu juga, saya mengalami sakit yang luar biasa dan saya harus masuk rumah sakit selama 3 hari dan juga harus melakukan operasi.

Kisah tersebut sungguh menegur diri saya. Dengan segala kehebatan yang saya miliki, ternyata Tuhan hanya memilih 2 tulang yang sangat kecil dari seluruh tulang yang saya miliki, dan itu cukup untuk menjatuhkan saya, dan mengacaukan segala rencana yang saya miliki. Saya bertanya-tanya dalam diri saya, "dimana diriku yang hebat ini?",

Setelah saya masuk di rumah sakit, ternyata Tuhan punya rencana lain, saya tidak diijinkan operasi pada hari itu juga. Saat pihak rumah sakit mengatakan bahwa tidak bisa operasi hari itu, saya memang merasa sedikit kecewa dengan pelayanan rumah sakit, tetapi saya yakin itu semua adalah bagian dari rencana Tuhan.

Rasa sakit dari tangan kanan saya memang sudah sangat berkurang setelah diperban dan diberi obat penahan sakit, dan hal ini membuat saya merasa sakit ini hanya sakit biasa, dan pasti akan sembuh lagi (sebab sebelumnya saya memang pernah mengalami patah tulang yang lebih parah di tangan kiri saya, dan itu sudah sembuh dan kembali normal). Hingga dokter anestesi (bius) yang menangani saya datang dan berkata kepada saya bahwa operasi akan dilakukan keesokan harinya jam 10 pagi. Dan saya akan mulai di anestesi jam 9 pagi. Dia berkata bahwa saya akan dibius regional, jadi saya tidak akan merasakan apa-apa mulai dari bagian bahu kanan, dan itu akan berlangsung sekitar 8 hingga 12 jam. Dia menambahkan lagi dengan berkata, "tapi nanti jangan panik kalau tidak merasakan tangan kanannya, sebab rasanya memang seperti tidak punya tangan."

Mungkin saudara-saudara sekalian membacanya dengan biasa saja, tetapi saat kejadian itu, saya merasa Tuhan berkata kepada saya bahwa dari segala kesombongan yang saya miliki, Tuhan akan mengijinkan saya merasakan bagaimana rasanya tidak punya tangan. Saya sungguh ketakutan saat itu, sebab pada operasi sebelumnya, dokter melakukan bius total, sehingga saya hanya tertidur dan terbangun dengan kondisi sudah selesai dioperasi. Saya tidak pernah takut untuk melakukan operasi meskipun mata saya terbuka, tetapi saat itu yang saya takutkan adalah perasaan bagaimana rasanya tidak mempunyai tangan. Tuhan benar-benar telah menegur saya dengan keras, dan ini akan terus saya ingat, sebab dibalik segala sesuatu yang kita banggakan, sebenarnya kita tidak punya apa-apa. Sejak perkataan dokter itu hingga masuk ruangan operasi saya benar-benar tidak bisa tenang. Hingga detik terakhir saya terus memohon ampun dan berdoa pada Tuhan, dan tiba-tiba dokter menawari apakah mau bius total, dan akhirnya di detik terakhir itu, dokter memutuskan mengganti bius regional dengan bius total.

Tuhan mengijinkan segala sesuatu pasti dengan tujuan yang baik. Pelajaran ini memang sangat berharga dan benar-benar merubah hidup saya. Selama ini saya merasa sudah menjadi seperti yang Tuhan kehendaki. Saya juga selalu mengandalkan Tuhan dalam pekerjaan saya. Saya tidak pernah lupa memohon tuntunan Tuhan dalam segala yang saya lakukan. Tetapi ternyata masih ada sifat negatif yang sudah bersiap-siap keluar dalam diri saya. Kesombongan memang seringkali muncul tanpa kita sadari, tetapi hal tersebut akan menghalangi kita menjadi garam dan terang dunia. Kesombongan akan menutupi diri kita, dan kita tidak akan bisa memancarkan kasih Kristus bagi dunia ini.

Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan?
Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.
-Mazmur 19:12-

Kamis, 07 Januari 2016

Unexpected Effect



Bila kita ditanya siapa orang yang paling berpengaruh, mungkin kita akan menyebutkan sejumlah nama motivator, pemimpin negara, artis, atlet, dan banyak profesi lain. Kita tidak akan pernah menyebutkan nama pembantu, pegawai, atau sopir kita. Ya tentu saja hal itu akan sangat jarang terjadi, sebab dari pikiran kita pasti menganggap bahwa mereka bukanlah siapa-siapa. Bahkan mungkin ada juga di antara kita yang enggan berbicara dengan mereka.

Tetapi tidak bisa kita pungkiri juga, bahwa sebenarnya pengaruh dapat datang dari mana saja, termasuk orang-orang yang tidak kita perhitungkan. Alkitab mencatat bahwa terdapat kisah tentang seorang panglima perang yang bernama Naaman. Dikisahkan bahwa orang ini terkena penyakit kusta, dan singkat cerita dia dapat disembuhkan oleh Tuhan melalui perantaraan nabi Elisa.

Bila kita mengikuti kisahnya, Naaman dapat bertemu dengan Elisa karena jasa pelayan di rumahnya yang mengenalkannya pada Elisa dan juga karena rayuan pegawai-pegawainya untuk melakukan perkara yang diperintahkan oleh Elisa. Hal ini tentu saja tidak akan dilakukan oleh Naaman bila dia merasa gengsi dan tidak peduli terhadap bawahannya.

2 Raja-Raja 5:3
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."

2 Raja-Raja 5:13
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."

Mungkin banyak dari kita juga berpikir bahwa banyak orang yang memiliki status sosial di bawah kita bukanlah siapa-siapa, dan tidak perlu kita pedulikan, tetapi dengan kisah ini Tuhan sekali lagi mengingatkan kita untuk tetap peduli dan memperhatikan mereka. Sebab Tuhan selalu memakai siapapun dan apapun yang ada di sekitar kita untuk mengingatkan kita. Bila kita sering mengesampingkan segala sesuatu yang ada di sekitar kita hanya karena kita "sombong", maka akan banyak berkat yang seharusnya menjadi milik kita justru hilang karena ketidak pedulian kita.

Pengaruh positif bisa datang kapan saja dan dimana saja, asalkan kita selalu peka dengan suara Tuhan, bahkan di waktu dan tempat yang tidak kita duga sekalipun. Jalanilah hidup ini dengan selalu berserah kepada Tuhan dan minta kepadaNya untuk selalu membuat kita peka terhadap suaraNya.

Kita bukanlah orang yang sempurna, 
maka selayaknya kita juga memperhatikan sekitar kita.

Kamis, 09 Juli 2015

Penghambat Berkat Tuhan



Di Indonesia pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya tukang parkir dan pedagang asongan yang selalu beraktivitas di dekat suatu perusahaan atau kantor, akan mendapatkan THR dari pimpinan perusahaan tersebut. Tetapi suatu hal unik terjadi. Terdapat seorang pemilik sebuah perusahaan, dia juga berkeinginan untuk memberikan THR kepada orang-orang di sekitarnya. Tetapi dia tahu bahwa ada satu orang tukang parkir yang tidak disenangi olehnya, sebab dia selalu memarkirkan kendaraan di depan pintu perusahaannya, padahal sudah sering diperingatkan agar jangan diparkir di depan pintu. Dia berniat tidak memberikan THR kepada satu orang ini. Akhirnya dia mengamati tukang parkir ini untuk mengetahui kapan waktu dia istirahat. Setelah mengetahuinya, besoknya dia berencana memberikan THR pada waktu jam si tukang parkir ini beristirahat. Terjadilah saat itu, si pemilik perusahaan ini dengan senang hati berbagi THR pada saat orang yang tidak disenanginya ini beristirahat. Semua orang di sekitar perusahaan itu bersuka cita, tetapi terdapat satu orang yang tidak mengerti apa-apa dan ini disebabkan karena kesalahannya sendiri.

Sedikit cerita di atas mungkin membuat kita tersenyum, karena mungkin itu juga yang akan kita lakukan bila kita jadi pemilik perusahaan itu. Tetapi sadarkah kita bila kita ternyata bukan berada dalam posisi pemilik perusahaan, melainkan kita adalah tukang parkir yang bandel tersebut?

Kadang kita merasa bahwa berkat Tuhan semakin hari semakin berkurang dalam hidup kita, bahkan mungkin ada yang merasa tidak diberkati sama sekali. Mungkin saat itu kita merasa sudah melakukan segala yang terbaik dalam usaha dan pekerjaan kita, tetapi tidak membuahkan hasil yang baik. Atau kita juga sering merasa bahwa ada beberapa orang yang tidak berusaha keras seperti kita, tetapi memiliki berkat yang berkelimpahan. Dan bahkan kita sering merasa bahwa berkat yang seharusnya kita dapatkan, ternyata diperoleh oleh orang lain.

Yesaya 59:2
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Firman Tuhan menyebutkan bahwa dosa adalah pemisah antara manusia dan Tuhan. Bahkan saat kita berdoa dan berseru kepada Tuhan, Ia tidak akan mendengar doa kita karena segala dosa kita. Saat itulah berkat yang seharusnya kita terima, ternyata tidak kunjung datang. Tuhan tidak akan pernah berhenti memberikan berkat-Nya, tetapi pada saat giliran kita mendapatkan berkat itu, kita seringkali terhalang oleh dosa-dosa kita.

Galatia 5:19-21
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Bila hal ini menimpa kehidupan kita saat ini, janganlah mencari alasan mengapa berkat Tuhan tidak kita rasakan, tetapi perbaikilah hidup kita agar menyenangkan hati Tuhan. Tinggalkanlah hal-hal duniawi, walaupun memang akan sangat susah selama kita masih hidup di dunia ini, tetapi dengan bimbingan Tuhan, kita pasti bisa melawan segala keinginan daging. Hendaklah kita hidup bersama dengan Tuhan sepanjang hidup kita, sebab berkat sesungguhnya akan datang saat kita tetap dan selalu setia kepada-Nya.

== dosa memberikan kenikmatan duniawi, tetapi menghalangi kenikmatan sorgawi ==

Rabu, 24 Juni 2015

Zona Nyaman



Yosua 1:6-9
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

Dua tahun yang lalu, saya sangat antusias ketika bermimpi untuk membuka usaha baru. Saya memiliki mimpi-mimpi besar seperti yang dijanjikan Tuhan. Tetapi itu hanyalah permulaan saja, pada saat seminggu sebelum hari pertama saya bekerja secara mandiri di usaha saya sendiri, muncul perasaan yang sangat tidak enak. Saya khawatir, takut, galau, dan berbagai macam perasaan negatif, bahkan muncul perasaan bahwa saya telah salah langkah dalam mengambil keputusan tersebut. Tetapi puji Tuhan, saya mampu melewatinya, dan sekarang saya sudah menikmati hasil dan janji-janji besar dari Tuhan.

Mungkin perasaan ini juga dialami oleh Yosua. Semula dia adalah seorang asisten dari Musa, orang kepercayaam Tuhan. Hidupnya bisa dibilang sudah enak, dan punya jabatan yang baik. Tetapi Tuhan punya rencana yang lebih baik bagi kualitas hidupnya. Tuhan ingin menjadikan Yosua pemimpin bagi bangsa Israel untuk menuju tanah perjanjian. Saya yakin Yosua sangat antusias menerima panggilan Tuhan, tetapi di dalam pikirannya pasti Yosua juga merasakan khawatir dan ketakutan yang luar biasa, sebab dari yang sebelumnya hidupnya sudah di posisi yang nyaman, kini harus menjadi pemimpin menggantikan Musa, yang pastinya memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Zona nyaman selalu susah untuk ditinggalkan. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak menyukai zona nyaman, sebab itulah kodrat manusia, yaitu selalu ingin hidup tanpa tantangan. Tuhan tidak pernah melarang kita untuk tinggal dalam zona nyaman kita, tetapi Tuhan selalu memiliki tingkat kualitas yang lebih besar bagi kehidupan kita. Dan untuk mencapai tingkat tersebut, saat itulah Tuhan mengharuskan kita untuk melangkah keluar dari zona nyaman kita.

Yosua yang adalah pemimpin besar pun takut saat melangkah keluar dari zona nyamannya, dan Tuhan mengetahuinya. Maka dari itu dalam bacaan di atas, Tuhan mengatakan "kuatkan dan teguhkanlah hatimu" kepada Yosua sampai tiga kali. Yosua dan kita pasti mengerti bahwa tujuan kita adalah hal yang sangat baik bagi kita, namun ketakutan saat menjalankannya yang sering membuat kita ragu. Tuhan hanya mengingatkan agar kita selalu bersandar kepada-Nya, tetapi Tuhan tidak menjelaskan secara rinci bagaimana Dia akan menolong kita dalam setiap tantangan yang akan kita hadapi. Di sanalah iman kita diuji, yakinkah kita akan pertolongan Tuhan? Atau justru kita memilih untuk mundur dari jalan yang sudah disiapkan Tuhan?

Daging kita memang lemah dan akan selalu membuat kita ketakutan, tetapi saat kita mampu mengalahkannya, dan memiliki iman kepada Tuhan, maka saat itulah Tuhan dapat bekerja. 

Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Janji Tuhan mungkin hanya berupa angan-angan dan harapan yang menurut kita tidak bisa kita harapkan, Tetapi dengan iman, kita dapat meyakini bahwa janji Tuhan dapat terwujud. Kita tidak akan naik level saat kita selalu menyerah kepada daging dan tinggal dalam zona nyaman terus menerus. Tetapi kita akan merasakan kepuasan saat kita sadar bahwa kita sudah mengalahkan daging, dan kita sedang menikmati janji Tuhan yang semula kita rasa adalah hal yang mustahil.

" Zona nyaman memang enak, 
tetapi belum tentu aman untuk masa depan kita "

Rabu, 06 Mei 2015

Positive Thinking



Pernah ada seorang rekan berdiskusi dengan saya tentang berpikir untuk masa depan, atau dengan kata lain tentang prasangka. Rekan saya ini berkata bahwa dia selalu berpikir tentang hal terburuk yang akan terjadi, sedangkan saya selalu mengutamakan berpikir positif. Dia berkata bahwa penting untuk mengantisipasi segala hal yang terjadi. Menurutnya bila selalu berpikir positif, kita tidak akan siap bila harus menghadapi kegagalan.

Manakah dari pemikiran tersebut yang benar? Terlalu berpikir positif memang susah diterapkan di dunia modern ini. Mengantisipasi memang perlu dilakukan, meskipun kita sudah berpikir positif, sebab bila tidak, itu sama saja berlaku dengan sembrono.

Ayub 3:25
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Berpikir negatif memiliki banyak hal buruk di dalamnya. Pertama, berpikir negatif hanya merusak diri sendiri, sebab yang ada di pikiran kita hanyalah kegagalan, kesalahan, keburukan, dan sebagainya. Tentu ini tidak sehat bila ada terus menerus dalam pikiran kita. Bahkan banyak orang tua kita juga sering mengatakan bahwa janganlah kita berpikir buruk, nanti akan benar-benar kejadian. Hal ini serupa dengan yang dituliskan dalam kitab Ayub.

1 Korintus 13:7
..., (kasih) percaya segala sesuatu, ... 

Dan yang kedua adalah membuang kesempatan yang datang, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain. Saat kita dihadapkan dengan kesempatan dan kita tidak mengambilnya karena pikiran-pikiran jelek kita, maka saat itu kita sudah melewatkan kesempatan yang belum tentu akan datang lagi pada hidup kita. Apalagi bila yang dihadapkan kepada kita adalah orang yang harus kita percayai atau tidak, dan kita langsung menolaknya, maka saat itu kita juga sudah menghilangkan kesempatan orang tersebut. Salah satu sifat anak Tuhan adalah memiliki kasih, dan salah satu sifat kasih adalah percaya segala sesuatu.

Positive thinking bagi saya bukanlah pertanyaan tentang penting atau tidak, namun merupakan keharusan, sebab semua yang dihadapkan kepada kita adalah rencana yang sudah Tuhan persiapkan bagi kita. Memang antisipasi selalu perlu kita lakukan, tetapi bukan berarti kita mempersiapkan antisipasi karena kita takut, melainkan karena kita butuh hasil yang lebih baik, Hidup dengan berpikir positif harus disertai dengan hikmat Tuhan, agar kita selalu siap menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan ini.

"Positive thinking akan membuka kesempatan-kesempatan yang hilang"

Kamis, 16 April 2015

Mengemudi



Perjalanan dalam kehidupan dapat kita analogikan dengan kegiatan mengemudi.
  • Kemudi / setir harus kita kendalikan sendiri. Sebab saat banyak yang memegang kemudi kita, kehidupan kita akan kacau, bahkan tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan kecelakaan.
  • Saat mengemudi, yang terpenting adalah melihat ke depan. Saat kita berjalan lurus, yang perlu kita lihat adalah ke arah yang kita tuju. Itulah sebabnya mengapa kaca di depan mobil kita memiliki ukuran yang lebih besar dibanding kaca yang lain.
  • Kaca spion selalu dibuat dengan ukuran kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak selamanya boleh melihat ke belakang. Spion hanyalah alat bantu agar kita dapat pindah lajur dan berbelok untuk menghadapi masalah yang ada di depan kita.
  • Walaupun spion sepertinya kecil dan tidak diperlukan, sebetulnya spion tetap merupakan hal yang penting. Melihat ke belakang atau masa lalu itu boleh, tapi hanya untuk referensi kita dalam menghadapi masa depan. Bahkan banyak kecelakaan terjadi karena banyak orang tidak melihat spion. Tetapi ingat, spion hanya untuk referensi, bukan untuk selamanya melihat ke belakang, fokus kita tetaplah masa depan.
  • Gas dan rem adalah instrumen penting dalam sebuah kendaraan. Sebab tidak ada gunanya mobil bila tidak bisa melaju, dan akan sangat berbahaya saat mobil yang terlalu cepat dalam melaju tidak bisa berhenti. Kehidupan juga seperti itu, dalam melaju ada saatnya kita butuh kecepatan penuh, tetapi itu akan membuat kita terjatuh dalam sifat individual dan ambisius. Dibutuhkan rem untuk menghentikan ambisi kita, dan lebih mempedulikan yang lain. Kecepatan penuh memang dapat mempercepat laju kita, tetapi juga sangat berbahaya.
  • Master brake / hand rem harus digunakan saat sedang parkir, apalagi bila tempat parkir kita bukanlah tempat datar. Ada saatnya kita harus berhenti di suatu titik dalam hidup kita, seperti menikmati posisi pekerjaan kita sekarang, menikmati masa-masa liburan, dan sebagainya. Hal ini menyenangkan, sebab seakan kita tidak perlu melakukan apa-apa, tetapi bila kita tidak memasang rem dalam kehidupan kita, bisa-bisa kita tidak hanya parkir, melainkan malah membuat kehidupan kita mundur dari tempat parkir kita. 
  • Rambu-rambu dan lampu lalu lintas selalu saja kita temui di setiap jalan. Semakin besar jalan raya itu, semakin banyak rambu-rambu lalu lintas. Mungkin kita sering merasa bahwa semakin dewasa ini, semakin banyak aturan-aturan yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan kita. Itu tandanya bahwa kehidupan kita semakin berkembang. Tetapi tentu saja aturan-aturan itu dibuat bukan untuk membatasi laju kehidupan kita, melainkan untuk mengatur pola dan tingkat kehidupan kita.
Perjalanan memang selalu memiliki tantangan tersendiri, kadang hujan, kadang panas, kadang macet, bahkan mengantuk pun bisa menjadi halangan. Maka dari itu kita perlu sigap dan selalu siap dalam menyetir. Begitupun dengan menjalani kehidupan. Bersandarlah pada Tuhan setiap saat, sebab tantangan akan selalu muncul untuk menghalangi laju kehidupan kita.

Mazmur 121:7-8
TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Tersesat adalah hal yang biasa, tetapi mampukah kita 
menemukan kembali jalan yang benar?

Minggu, 12 April 2015

Perlukah alasan untuk menolong?



Pada saat saya kuliah, saya pernah diberi kesempatan untuk study tour ke suatu gedung perkantoran. Setelah selesai, saya berencana untuk kembali ke kampus bersama seorang teman. Saat sedang menuruni lift, kami berpapasan dengan seorang bapak yang tidak kami kenal. Bapak itu cukup ramah dan mengajak kami berbicara, dan dia menanyakan kami dari universitas mana, sebab kami saat itu memang sedang memakai jas almamater. Singkat cerita dia mengetahui kalau kami sedang menuju ke kampus, dan dia berniat untuk menumpang mobil saya, dan turun di halte yang akan kami lewati. Tanpa pikir panjang, saya perbolehkan bapak itu untuk menumpang. Kami pun berangkat, dan sampai di halte, bapak itu pun turun dan berterima kasih. Sesaat setelah bapak itu turun, teman saya dengan cepat memeriksa kursi belakang kami, dia mencari-cari sesuatu, dan akhirnya tidak menemukan apa-apa, dan teman saya berkata, "Hati-hati dengan orang seperti itu, yang ditakutkan itu kalau dia meninggalkan barang-barang yang berbahaya."

Memang dewasa ini jaman sudah berubah, semua orang memiliki sifat yang serba berhati-hati. Prasangka buruk terhadap orang lain selalu muncul hampir dalam pikiran kita. Justru saat kita terlalu baik terhadap seseorang, justru kita dianggap bodoh, dimanfaatkan, lugu, ceroboh, mudah ditipu, dan sebagainya. Ada orang yang berpendapat bahwa tidak semua orang patut ditolong, kadang justru ada orang yang berpura-pura untuk ditolong. Namun bila kita berpikiran seperti itu, lalu bagaimana saat ada orang yang benar-benar butuh ditolong, namun tidak kita tolong. Saat kita ingin berbakti sosial dengan menyumbang ke panti asuhan, biasanya kita mengajak teman-teman kita untuk bergabung, tetapi pasti selalu ada yang bilang, "panti asuhan itu sudah kaya, banyak yang menyumbang." Kalimat ini tentu sudah biasa dan tidak jarang kita dengar.

Kisah Para Rasul 4:32
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

Dalam kehidupan jemaat mula-mula, semua memiliki pemikiran bahwa mereka harus berbagi. Itulah wujud kasih yang ditampilkan pada cara hidup berjemaat yang pertama. Apakah saat itu tidak ada pemikiran yang negatif menanggapi hal tersebut? Tentu ada, sebab yang namanya manusia pasti akan memiliki sifat duniawi yang akan selalu menentang cara hidup yang benar. Namun dengan hidup berkelompok dengan komunitas yang baik, sifat duniawi tentu akan semakin mudah ditekan. Itulah yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan kita di jaman sekarang.

Memang dibutuhkan hikmat agar kita mampu mengerti apa yang baik dan yang benar, dan ini berlaku juga saat kita memberikan pertolongan kepada orang lain, siapakah yang butuh dan layak kita tolong. Tetapi percayalah bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Kor 15:58). Dalam setiap melakukan kegiatan, landaskanlah semuanya itu untuk Tuhan.

"Walaupun kita salah langkah, Tuhan mampu memakai kesalahan kita
menjadi berkat yang tidak terduga sehingga tidak akan ada hal yang sia-sia"

Rabu, 18 Maret 2015

Sabar Tanpa Batas




"Cukup sudah, habis kesabaranku!!"
"Sesabar-sabarnya orang, kesabaran itu ada batasnya!!"
"Aku sudah tidak bisa sabar lagi, ini sudah keterlaluan!!"

Mungkin ungkapan-ungkapan itu tidak jarang hinggap dalam hidup kita, entah karena kita mendengar dari orang lain, atau justru kita sendiri yang mengucapkannya. Sabar adalah suatu topik yang cukup menarik bagi saya, sebab sabar disebutkan pertama kali sebagai arti kata dari kasih (1 Korintus 13:4). Hal ini membuat saya selalu mengingat bahwa definisi yang pertama dari kasih adalah sabar. Namun tidak pernah ada Firman Tuhan yang menyatakan tentang batas-batas kesabaran, hal ini yang sering menjadi alasan bagi banyak orang untuk meraba-raba bahwa sabar harus dibatasi.

Mazmur 103:8
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Amsal 14:17
Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Amsal 14:29
Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Firman Tuhan, khususnya melalui Mazmur dan Amsal banyak mengungkapkan tentang betapa positifnya kesabaran. Banyak sekali himbauan untuk menjadi orang yang sabar dan tidak mudah marah. Tetapi itu bukan berarti tidak boleh marah. 

Menurut saya, kehabisan kesabaran dan marah adalah hal yang berbeda. Kehabisan kesabaran berarti terbawa emosi dalam situasi yang seharusnya masih dapat kita selesaikan, dan itu merupakan dosa. Namun marah adalah situasi karena ada suatu hal yang salah dan marah harus diwujudkan sebagai tindakan yang benar. Beberapa hari yang lalu saya sempat mendengar seorang penginjil mengatakan, "Saat kita harus marah, dan kita tidak marah, berarti kita berdosa." Saya cukup sepakat dengan kalimat tersebut, sebab pada kondisi tertentu marah dibutuhkan, tetapi sekali lagi itu karena terdapat kesalahan yang harus diselesaikan. Seperti Tuhan Yesus saat marah karena Bait Suci digunakan sebagai tempat berdagang. Tentu saja Tuhan Yesus harus marah, karena mendapati ketidakbenaran yang terjadi.

Kembali ke topik tentang kesabaran, Firman Tuhan tidak pernah memberikan batas terhadap kesabaran, justru Firman Tuhan selalu menyarankan untuk menjadi sabar. Tetapi manusia yang selalu bergelut dengan dosa, perlahan-lahan memberikan batas terhadap kesabarannya dalam diri sendiri. Dan itu sudah berlangsung sejak dulu hingga sekarang, dan itu yang membuat setiap manusia berpikir bahwa adanya batasan-batasan dalam bersabar.

Sekarang tugas kitalah sebagai orang percaya yang harus mampu membuat perbedaan bagi dunia yang penuh dosa ini. Bersabarlah terhadap segala sesuatu, sebab Tuhan sendiri juga panjang sabar. Dan janganlah kita marah karena kita tidak bisa mengontrol kesabaran kita, tetapi marahlah karena ketidakbenaran.

"Tidak semua orang bisa sabar, tetapi kita harus bisa"

Jumat, 06 Maret 2015

Jangan Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri



Seorang dirigen atau kondektur sebuah orchestra tampil dalam sebuah acara. Umumnya, saat seseorang tampil di suatu acara, dia akan menghadap ke arah penonton untuk mencuri perhatian semua penonton. Tetapi beda hal dengan seorang dirigen, mereka tampil dengan membelakangi penonton. Seorang dirigen tidak fokus dengan penampilannya, melainkan penampilan orang-orang yang dipimpinnya. Kalau penyanyi, pesulap, penari, dan sebagainya selalu bertujuan agar mendapat seluruh perhatian dari penonton, seorang dirigen tidak mempedulikan itu. Yang terpenting baginya adalah memberikan yang terbaik agar penonton menyukai penampilan orchestranya, tidak peduli bagaimana reaksi penonton, entah ada yang tidak suka, tidak memperhatikan, tertidur, ataupun berbicara sendiri. Bila seorang dirigen memikirkan reaksi penonton akan penampilannya, itu justru akan mengganggu pikirannya, dan membuat orchestra yang dipimpinnya menjadi kacau.

Ilustrasi tersebut bagi saya sangat berhubungan dengan Firman Tuhan dalam Filipi 2:1-4 tentang merendahkan diri seperti Kristus.

Filipi 2:1-4
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Memikirkan diri sendiri akan membawa kita kepada sifat egois, tinggi hati, dan tidak peduli terhadap sesama. Hal ini tentu tidak disukai oleh Tuhan, sebab itu bukanlah sifat kasih seperti yang diajarkan Kristus. Dengan tidak memikirkan diri sendiri, kita dituntut untuk rendah hati dan mementingkan kepentingan orang lain.

Memang di suatu saat kita akan merasa bahwa ada kepentingan dari diri kita yang tidak bisa ditawar, sebab menurut kita itu adalah prioritas utama kita dan sudah waktunya untuk diperoleh. Hal itu tidak salah, sebab Tuhan tidak pernah melarang orang memiliki kepentingan, tapi jangan sampai kita melupakan Firman Tuhan tersebut. Mencapai kepentingan kita boleh, asalkan kita tidak mencapainya untuk puji-pujian diri sendiri ataupun merugikan orang lain.

Roma 2:8
tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

Hukum Tuhan sangat jelas bagi mereka yang mementingkan diri sendiri, yaitu Tuhan akan murka kepada mereka yang melakukannya. Tetapi hukum Tuhan juga jelas bahwa mereka yang mementingkan orang lain, akan mendapatkan hidup kekal.

Setiap orang memang memiliki kepentingan dan urusan sendiri, namun alangkah baiknya jika kita juga mampu peduli dan mengutamakan orang lain dalam hidup kita. Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, dan kasih adalah sifat Kristus yang harus kita miliki. Akan tercipta suasana yang sangat indah bila setiap orang percaya mampu membangun hal ini bersama-sama.

Pasti akan lebih sedikit waktu untuk orang lain daripada waktu untuk diri sendiri, pergunakanlah!!

Jumat, 20 Februari 2015

Kasih yang besar, memiliki resiko yang besar



Salah satu tradisi yang masih sering terjadi saat kelahiran bayi adalah mencukur habis rambut sang bayi. Ada yang bilang rambut bayi dicukur agar saat bertumbuh dewasa, rambutnya semakin tebal. Namun dalam mencukur rambut sang bayi, tentu saja dibutuhkan keahlian khusus, sebab kepala bayi tentu sangat rawan dengan pisau cukur. Maka dari itu banyak sekali profesi yang melayani proses pencukuran rambut tersebut. Namun suatu keunikan terjadi dalam keluarga saya, ternyata saat saya masih bayi, orang tua saya tidak memanggil jasa pencukur rambut tersebut, ayah saya sendiri yang mencukur rambut saya dan saudara-saudara saya. Saat bercerita kepada beberapa orang, mayoritas orang menanyakan, apa tidak takut kalau nanti kepalanya tergores pisau, terluka, dan lain sebagainya. Tetapi ayah saya menjawabnya dengan berkata bahwa justru ayah saya lebih tidak percaya kalau proses yang penuh resiko tersebut diserahkan ke orang lain.

Mungkin beginilah yang dipikirkan Bapa kita saat memutuskan untuk menebus dosa manusia. Saya yakin Tuhan punya banyak cara untuk menebus dosa manusia daripada harus turun sendiri ke dalam dunia yang penuh dosa ini dan mengalami penderitaan yang tidak mudah. Namun kasih-Nya mengalahkan segala ego-Nya, akhirnya Dia memutuskan untuk turun sendiri dan menebus dengan cara dan rupa seorang manusia. Tuhan ingin secara pribadi lebih dekat dengan manusia dan melawan dosa dengan hidup kudus dan tanpa dosa.

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tuhan tidak mau hanya menyuruh malaikat-Nya, Dia ingin melakukan segalanya sendiri. Sebab Dia tidak percaya kepada pribadi selain diri-Nya sendiri. Dia tahu bahwa untuk menebus dan mengalahkan maut bukanlah hal yang dapat dilakukan semua orang. Dia tidak mau digantikan saat melakukan hal yang penuh resiko ini.

Roma 3:24
Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

1 Korintus 13:7
Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih-Nya menunjukkan kesabaran dalam menanggung segala resiko yang akan dihadapi. dan tentu saja hasil dari segala pengorbanan itu telah kita terima dan nikmati hingga sekarang. Hidup kekal yang seharusnya bukanlah milik kita, kini telah dikaruniakan-Nya kepada kita. Dan hanya dengan iman percaya kita kepada Kristus Yesus, kita akan diselamatkan.

Kasih Tuhan Yesus pada kita tidak perlu diragukan lagi

Jumat, 13 Februari 2015

Jangan Putus Asa


Mungkin pendeta atau hamba Tuhan sudah seringkali memberitakan Firman Tuhan mengenai tema ini. Kebanyakan mereka akan mengatakan selalu ada harapan, serahkan semuanya kepada Tuhan, selalu ada jalan, mintalah pada Tuhan maka kamu akan mendapatkan, jangan khawatir akan hari esok, dan lain sebagainya. Perkataan mereka benar, sebab memang tertulis di dalam Firman Tuhan. Hal tersebut juga dapat kita tiru, dan kita katakan pada teman-teman kita yang sedang mengalami perasaan putus asa ini. Namun pernakah anda berpikir, bila orang terdekat anda (pasangan hidup, orang tua, anak, atau sahabat) sedang curhat kepada anda tentang beban hidupnya, bisakah kita HANYA mengatakan hal-hal seperti itu. Tentu bisa, namun itu tidak akan menyelesaikan masalah. Orang terdekat kita tentu berbagi kisah hidupnya dengan kita dengan harapan kita dapat membantu meringankan beban hidupnya, bukan hanya "mendengarkan ceramah" yang sejatinya sudah sering dia dengar dari orang lain.

Di sini saya ingin berbagi dengan orang-orang yang sedang mengalami beratnya beban hidup dan hampir putus asa. Mungkin yang saya bagikan akan menjadi teori juga bagi anda, namun saya hanya ingin berbagi kisah yang pernah saya alami. Saya sekarang bekerja sebagai wiraswasta, dan saya memulai profesi ini dengan tiba-tiba. Sebelumnya saya adalah seorang salesman dari sebuah perusahaan property yang cukup besar di Indonesia. Pendapatan saya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta setiap bulannya, dan itu adalah hal yang sangat besar bagi seseorang yang baru lulus kuliah. Sampai setelah lewat 1 tahun, saya mulai menemukan pasangan hidup dan saya meyakinkan diri saya sendiri, bahwa saya tidak seharusnya kerja ikut orang, saya harus membuka usaha sendiri (bukan berarti kerja ikut orang itu salah, hanya pandangan saya berbeda). Singkat cerita, saya resign dari pekerjaan saya dengan mantap, dan membuka usaha sendiri di luar kota. Memang saat itu saya mencari peluang dan saya mendapatkannya di luar kota dan tidak memungkinkan saya untuk pulang setiap hari ke kota asal saya setiap hari, biasanya saya hanya pulang setiap weekend..

Tiga sampai enam bulan pertama bukanlah hal yang mudah bagi saya. Pendapatan saya secara pribadi jauh menurun dibanding pekerjaan saya sebelumnya, saya juga melihat banyak teman saya dari pekerjaan saya yang lama masih menikmati pendapatan yang seharusnya juga dapat saya miliki jika saya tidak memilih keputusan ini. Tidak hanya itu yang membuat saya tertekan, saya tinggal di kota orang sendirian tanpa ada yang menemani. Hiburan saya hanya TV, laptop, dan Ipad saya. Kesendirian ini yang seringkali dimanfaatkan oleh roh-roh jahat untuk mengganggu kita. Gangguan itu bisa berbentuk apa saja, dan yang paling sering hinggap dalam pikiran saya adalah perasaan putus asa. Iblis berkali-kali mengatakan bahwa saya salah arah, Tuhan menyesatkan saya, dan saya tidak punya teman.

Tetapi puji Tuhan saat itu Tuhan sungguh-sungguh mengasihi saya. Tuhan selalu menjaga dan membentengi kehidupan saya. Suatu saat saya mendengarkan sebuah lagu berjudul "Kau Telah Memilihku", dan lirik lagu itu begitu menyentuh hati saya.

Kau telah memilihku sebelum dunia dibentuk,
Betapa aku bersyukur padaMu, ya Tuhan, Allahku..
Kau telah memanggilku sebagai alat KerajaanMu,
Betapa aku bersyukur padaMu, atas perbuatanMu..

Mendengar lagu ini, saya merasa bahwa hidup saya berharga, dan Tuhan mengenal saya, bahkan sebelum saya mengenal diri saya sendiri. Tuhan tidak pernah salah, dan kita tidak akan tersesat selama kita selalu bersandar pada Tuhan. Saya termasuk orang yang hobi mendengarkan lagu, dan pada saat-saat tertentu Tuhan mampu berbicara melewati lagu tersebut.

Saat itu saya benar-benar tidak mengerti apa yang saya cari dari hidup saya, kesendirian benar-benar membuat saya tidak menjadi diri sendiri. Namun dibalik semua itu, dengan kesendirian yang saya alami, sisi positifnya adalah saya memiliki banyak waktu kosong, dan itu saya gunakan untuk bersekutu dengan Tuhan.

1 Yohanes 1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Yohanes 15:14
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan.

Tuhan selalu mengingatkan saya bahwa saya tidak salah jalan, dan selalu ada rencana yang dirancang sendiri oleh Tuhan bagi hidup saya. Saat-saat tersebut memang masa kejatuhan saya, namun adakalanya saya merindukan masa-masa itu bukan karena kesusahannya, namun karena kedekatan pribadi saya dengan Tuhan yang begitu dalam. Yang terpenting adalah Tuhan, dan saya selalu mencari-Nya setiap waktu.

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sekarang saya telah melewati masa-masa suram tersebut. Saya tidak melakukan hal-hal yang luar biasa, saya hanya mencari Tuhan setiap waktu, dan berkat selalu berdatangan bagi kehidupan saya. Pekerjaan saya sudah berjalan lancar, kehidupan saya kembali stabil, dan kebahagiaan selalu ada dalam hidup saya.

Saya hanya ingin berbagi kepada anda yang sedang mengalami beban hidup yang berat, dan saya hanya mau mengatakan bahwa anda berharga bagi Tuhan, carilah Tuhan setiap waktu, dan Dia tidak akan membiarkan anda jatuh tergeletak.

Tempatkan Tuhan di tempat yang pertama

Rabu, 07 Januari 2015

Suara Hati Nurani



Banyak pendapat orang mengenai suara hati. Bahkan ada yang beranggapan suara hati hanyalah akal-akalan setiap orang untuk dibenarkan perilakunya. Memang suara hati tidak bisa dibuktikan kepada orang lain, sebab memang hanya diri kita sendiri yang mampu mendengar dan merasakannya.

Bila kita melihat dari sisi Firman Tuhan, ternyata suara hati nurani pernah dibahas oleh Paulus. Menurutnya, suara hati akan bersaksi demi kebenaran dan akan terjadi saling tuduh atau saling bela terhadap pikiran kita. Hal ini seringkali diilustrasikan dalam film kartun dimana terdapat malaikat dan iblis yang saling mempengaruhi pikiran kita saat kita sedang galau. Ternyata hal ini memang akan dialami bila hati nurani kita tidak sreg dengan pikiran dan keputusan kita.

Roma 2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Hati nurani yang murni memang berasal dari Tuhan, dan kita wajib menjaga kemurnian hati kita dengan tidak mengotorinya. Hati nurani selalu berusaha mengingatkan kita bagaimana cara kita berperilaku, berbicara, beribadah, bahkan hanya berpikir sekalipun. Tuhan akan selalu bekerja dalam setiap orang melalui hati yang murni.

Paulus juga menyadari hal ini, maka dari itu dia selalu menjaga hidupnya dengan hal yang sesuai dengan kehendak hati nuraninya. 

Kisah Para Rasul 24:16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Menjaga kemurnian hati nurani memang tidak mudah. Mungkin bila di hadapan manusia, kita bisa menutupinya, namun Paulus mengatakan bahwa menjaga kemurnian hati juga harus dilakukan di hadapan Tuhan. Tidak akan ada dosa yang dapat ditutupi dari Tuhan, sebab Dia lah yang selalu berada di dalam hati kita.

Sebenarnya bila kita menutupi dosa, kita telah menipu diri kita sendiri, dan itu tidak akan membangun kehidupan kita ke arah yang lebih baik. Sebab sesungguhnya kita sudah tahu kejelekan kita, hanya saja kita tidak mau mengakuinya. Hati nurani kita akan terus bergejolak dan akan memberontak kepada kita untuk segera mengakuinya, khususnya di hadapan Tuhan. 

Yusuke Katayama, seorang penjahat IT, yang telah menggemparkan Jepang dengan menyebarkan virus. Pada Mei 2014 kemarin Katayama mengakui kesalahannya dan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Padahal sebelumnya polisi Jepang sudah sempat menangkap beberapa tersangka, termasuk dirinya, dan semuanya dilepaskan karena tidak terbukti bersalah. Dalam hal inilah hati nurani mulai bekerja, Katayama bisa saja terus menerus menghindar dan mencari alasan, sebab kejahatan IT adalah kejahatan yang sangat susah dilacak. Namun hati nuraninya berkata berbeda, dan akhirnya dia menuruti suara hatinya untuk mengakui perbuatannya.

Tuhan tidak pernah menutup kesempatan bagi mereka yang mau mengakui kesalahannya dan kembali kepada-Nya. Tuhan akan dengan terbuka mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan kita,

1 Yohanes 1:8-9
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Tuhan memang selalu bekerja dalam hati nurani kita, maka dari itu hendaklah kita selalu menjaga kemurnian hati kita, agar Tuhan betah tinggal di dalam hati kita, dan kitapun juga menjadi peka dengan suara-Nya. Semakin sering kita mengotori hati nurani kita, maka kepekaan kita akan suara hati nurani kita akan semakin hilang.

"jagalah kemurnian hati nurani, sebab disanalah tempat kita menyambut Tuhan kita"

Rabu, 10 Desember 2014

User's Guide



"User's Guide" adalah buku yang sangat populer di seluruh dunia. Bisa dibilang setiap produk khususnya yang berhubungan dengan elektronik, memiliki sebuah buku panduan atau yang biasa disebut User's Guide. Namun percaya atau tidak, dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan pada keluarga dan teman-teman saya, mayoritas mereka tidak membaca buku tersebut, dan membiarkannya berada dalam kardus product tersebut dan disimpan dalam gudang. Adapun yang membaca buku itu karena sudah mengalami kendala dalam pemakaian. Bahkan ada juga yang sudah mengalami kendala, namun tidak mau membaca buku panduan tersebut, melainkan bertanya pada orang lain yang sebenarnya juga belum tentu benar.

Fenomena ini memang cukup unik, dan hampir pasti terjadi pada kita juga. Seringkali kita merasa bahwa kita tahu segala sesuatu dan tidak perlu ada yang mengajari kita. Mungkin beruntung bila kita tidak menghadapi kendala selama pemakaian normal, namun bisakah kita mengoperasikan keunggulan-keunggulan dari product tersebut bila kita hanya mengandalkan pengetahuan kita yang terbatas? Yang ada justru kita akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya.

Buku panduan sebenarnya dibuat agar kita membacanya terlebih dahulu sebelum kita menggunakan product tersebut. Hal ini bertujuan agar kita mampu mengoperasikan segala kemampuan product tersebut secara maksimal, dari step yang paling mudah hingga paling rumit. Buku panduan sudah merancang pembelajaran yang sedemikian rupa agar pengguna product tersebut dapat dengan mudah memahami product tersebut.

Menyadari hal ini, saya juga melihat kehidupan rohani kita. Seringkali kita merasa mengetahui segalanya, dan sering bertindak tanpa bertanya apakah kehendak Tuhan. Kita hanya datang kepada Tuhan ketika ada masalah. Bahkan juga tidak jarang kita lebih menuruti kata-kata orang di sekeliling kita daripada bertanya pada Tuhan. 

Ulangan 4:40
Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Bila kita mengikuti buku panduan rohani kita, Tuhan berjanji akan menjamin keadaan kita menjadi baik, bahkan hingga keturunan kita. Namun hendaknya kita tidak hanya melihat buku panduan setelah kita ada masalah, namun kita harus belajar dan terus belajar untuk mendalami dan mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Bila kita mau melakukannya, maka kita pasti akan mampu meningkatkan kualitas rohani kita. Tuhan Yesus akan memakai kita sebagai alat-Nya untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Dengan mengandalkan Tuhan, kehidupan rohani kita akan terus berbuah, dan berdampak bagi banyak orang. Tuhan akan memberkati kita secara luar biasa. Bahkan kendala dalam kehidupan kita tidak akan menghambat perkembangan rohani kita.

Bila hidup kita hanya biasa-biasa saja, kita sama seperti product yang hanya berfungsi biasa, padahal seharusnya memiliki keunggulan yang tidak dapat kita operasikan.

Rabu, 19 November 2014

Minder



Rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri. Peribahasa ini seringkali kita dengar saat kita sedang membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Memang peribahasa ini banyak benarnya, sebab banyak orang tidak mensyukuri apa yang dimilikinya, namun justru mengingini segala yang tidak dia miliki. Namun pernakah kita berpikir, apakah peribahasa itu juga berlaku dengan orang yang sudah memiliki segala sesuatu dalam hidupnya. Jawabannya adalah berlaku, selama manusia tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya. Jika benar kejadiannya seperti itu, kenapa kita tidak fokus pada rumput sendiri saja? Pasti ada sekelompok orang yang juga iri terhadap rumput kita.

Banyak orang yang tidak menyadari hal ini akan mengakibatkan seseorang memiliki rasa minder. Memang rasa minder ini akan susah dilawan bila kita tidak mengerti dan mengenal siapa diri kita sebenarnya. Mulai dari bentuk tubuh yang tidak ideal, tingkat ekonomi, status sosial, dll, banyak sekali yang bisa memicu munculnya sifat minder  dalam diri kita.

Secara umum, minder sebenarnya terjadi karena kita tidak tahu siapa diri kita, dan secara khusus kita tidak tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Bapa kita di sorga, lalu buat apa kita minder, kita merupakan ciptaan yang paling mulia. Namun, dibalik semua itu, sebenarnya penyebab lain yang membuat minder adalah dosa. 

Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam Tuhan tidak ada seorangpun yang minder, sebab mereka tahu bahwa mereka sempurna di mata Tuhan. Namun dosa telah menjauhkan manusia dari Tuhan. Kemuliaan Allah yang tinggal dalam hidup kita semakin menjauh dan terhalang oleh dosa, itulah yang membuat kita semakin tidak mengerti siapa diri kita dan apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kemuliaan Bapa kita yang selalu kita banggakan telah hilang dari diri kita, dan kita merasa tidak memiliki apa-apa.

Kita selalu melihat orang lain dan mendengarkan pendapat orang lain tentang hidup kita, hal ini tidak salah, sebab dapat menjadi bahan evaluasi kita. Namun yang salah adalah jika tidak kita imbangi dengan perkataan Firman Tuhan. Jangan hidup berdasarkan kata orang, namun berdasarkan kata Tuhan.

Sebagai anak Tuhan, kita memang dilarang minder, karena:

Yeremia 1:6
Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.

  • Org minder selalu banyak alasan. Maka jawablah: Yes Lord, i'm ready!!


Yeremia 1:7
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

  • Minder dan iman tidak bisa jalan bersama. Yang harus kita lakukan adalah perintah Tuhan.


Yeremia 1:8
Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

  • Minder selalu ketakutan. Namun percayalah bahwa Tuhan menyertai kita.


Yeremia 1:9-10
Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

  • Orang minder tidak mengerti rencana Allah, padahal Tuhan selalu memberikan kita kekuatan untuk menjalani segala perintah Tuhan.

Alasan-alasan di atas sebenarnya terjadi karena kurangnya kepercayaan kepada Tuhan, padahal diri kita selalu ditopang oleh kekuatan Tuhan. Kita selalu melihat dunia dan kepekaan diri kita akan kehadiran Tuhan semakin samar. Maka dari itu, kunci yang terpenting adalah selalu menyediakan waktu bersekutu dengan Tuhan. Sediakan waktu membaca Firman Tuhan, berdoa, dan selalu ada waktu khusus untuk menjaga keintiman kita dengan Tuhan.


Selalu ada kekuatan, jawaban, dan jalan keluar dari setiap kali kita merenungkannya

Senin, 20 Oktober 2014

Dosa yang tidak disadari



     KUSADARI KINI KU JAUH DARI KASIH-MU
     KUAKUI SEGALA DOSA DAN SALAHKU
     INI AKU DATANG PADA-MU, AMPUNIKU
          DAN KAU ANGKATKU, LUPAKAN DOSAKU
          KAU JADIKANKU SAHABAT KARIB-MU
          KAU PULIHKAN AKU, MENUNTUN LANGKAHKU
          KAU JADIKANKU KEKASIH YANG SANGAT BERHARGA BAGI-MU

Syair di atas adalah sebuah lirik lagu yang berjudul “Berharga BagiMu”. Beberapa hari yang lalu saya mendengarkan lagu ini, dan saya merasa tersentuh dengan lirik lagu ini. Dalam lagu ini dinyanyikan bahwa kita baru menyadari bahwa kita jauh dari Tuhan dan banyak sekali dosa yang kita lakukan. Namun Tuhan tetap mau mengangkat kita dan menjadikan kita sahabat-Nya, sebab kita berharga bagi Dia.

Seringkali kita mengalami hal seperti itu, kita saat teduh setiap hari, berbuat baik pada orang lain, menyumbang fakir miskin, dan lain-lain. Kita merasa sudah melakukan banyak kehendak Tuhan, namun sebenarnya kita tidak sadar bahwa kita telah jauh dari kasih Tuhan.

Mazmur 19:13
Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.

Daud juga menyadari fenomena ini dalam kehidupan manusia. Daud memohon kepada Tuhan untuk menjauhkannya dari dosa dan kesalahan yang sering muncul saat kita tidak sadar. Manusia menmang hanyalah sekumpulan daging yang tidak mungkin bisa lepas sepenuhnya dari dosa, namun dengan pengetahuan dan bimbingan dari Tuhan, tentu dosa itu bisa kita lepas dari hidup kita.

Dosa yang tidak kita sadari secara perlahan akan menggerogoti hubungan kita dengan Tuhan, maka dari itu penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap segala yang kita lakukan.

Kidung Agung 2:15
Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

Yakobus 1:15
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Mintalah hikmat kepada Tuhan, maka hidup kita akan lebih dekat dengan kasih Tuhan. Hiduplah dengan mengandalkan Tuhan setiap waktu, dan selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan setiap kita mau bertindak. Selalu introspeksi diri setiap saat, maka itu akan membantu kita untuk menghindari dosa yang sering tidak kita sadari.


“Dosa sekecil apapun mendatangkan maut dan itu tidak disukai Tuhan.”

Rabu, 08 Oktober 2014

Tidak Perlu Bertengkar



Yakobus 4:1-10

Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Setiap hari selalu ada saja berita tentang pertengkaran atau perselisihan, dan tidak jarang kita juga terlibat dengan pertengkaran tersebut. Memang tidak selalu berupa pertengkaran yang besar, namun yang namanya pertengkaran, di mata Tuhan tetap sama.

Dalam bacaan Firman Tuhan di atas, disebutkan bahwa pertengkaran pasti berasal dari pemuasan hawa nafsu. Setiap orang yang egois akan hawa nafsu pribadi akan saling memperjuangkan kepuasannya sendiri-sendiri, sehingga menyebabkan terjadinya pertengkaran. Tidak hanya kepuasan pribadi, sekelompok orang yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu juga akan dapat memicu pertengkaran, bahkan dalam skala yang lebih besar, akan menimbulkan perang.

Tuhan tidak pernah mengajarkan pertengkaran dalam menyelesaikan setiap masalah, Tuhan selalu mengajarkan perdamaian, sebab dengan berdamai semua masalah akan ditemukan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak. Hawa nafsu memang egois dan mementingkan diri sendiri, tetapi percuma bila suatu masalah terselesaikan dengan cara yang tidak baik, sebab akan menimbulkan masalah-masalah berikutnya.

Pertengkaran membutuhkan harga yang mahal. Dalam peperangan khususnya, banyak nyawa yang menjadi korban. Memang kelompok yang menang akan bersorak-sorai, namun dibalik semua itu aka nada dukacita yang mendalam bagi orang-orang yang menjadi korban akan kemenangan itu. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sama, pertengkaran akan membutuhkan harga yang mahal untuk dibayar. Persahabatan kita akan hancur, relasi ktia berkurang, bahkan nama baik kita juga dipertaruhkan.

Marilah hidup berdamai dan dengan rendah hati kita mengutamakan solusi bersama untuk menghadapi setiap masalah. Hawa nafsu tidak akan pernah menyeesaikan masalah, yang ada hanyalah membuat sederet masalah yang tidak akan pernah selesai.


“Tidak ada pihak yang benar dalam suatu pertengkaran, yang benar adalah pihak yang dengan rendah hati meminta maaf kepada pihak yang lain.”

Kamis, 02 Oktober 2014

Periksa Nada Bicara kita



Kolose 4:2-6
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Kali ini kita akan membahas sedikit tentang bagaimana cara kita berbicara dalam kehidupan sehari-hari kita. Seringkali terdengar ungkapan “mulutmu harimaumu”, yang berarti bahwa mulut kita bisa mendatangkan celaka. Mulut dipercaya memiliki kuasa yang mampu mendatangkan hal-hal besar. Namun bila kita melihat sebaliknya, berarti mulut kita juga mampu menjadi berkat bagi orang lain. Dalam Kolose 4:6, Paulus menuliskan bahwa kata-kata kita haruslah penuh dengan kasih, sehingga tidak hambar, maka kita akan mengerti bagaimana cara berbincang-bincang yang baik dengan orang lain.

Mulut memang sering menjadi sumber dari segala masalah, khususnya nada bicara yang selalu menyebabkan banyaknya salah paham. Di suatu saat kita pasti akan mengucapkan kata-kata dengan nada-nada yang berbeda, tentu saja nada bicara itu akan dapat kita kontrol saat kita dalam keadaan tenang. Namun pada saat tertentu, kita biasanya akan keceplosan untuk berbicara dengan nada-nada yang tidak enak didengar. Hal ini seringkali membuat orang lain sakit hati, dan menilai diri kita beda dari keadaan kita yang seharusnya. Memang sepintas tidak menjadi masalah berarti bagi kita, tetapi bagaimana bila kita sebagai orang Kristen sering melakukan hal ini, tentu saja yang terkena masalah adalah nilai-nilai Kristen kita.

Terdapat sebuah ilustrasi mengenai seorang pemimpin perusahaan yang sedang memotivasi 2 orang karyawannya melalui SMS. Dalam pesan singkatnya, kurang lebih berbunyi  demikian, “Saat ini sudah akhir bulan, targetmu masih belum tercapai. Masih ada waktu, kamu masih bisa tambah orderan.” Karyawan pertama yang menerima pesan singkat ini merasa semakin tertekan, sebab saat itu dia merasa atasannya menagih targetnya. Namun berbeda dengan karyawan yang kedua. Justru karyawan kedua semakin termotivasi, sebab dia berpikir bahwa atasannya sedang memberi semangat kepada dirinya karena sudah hampir mencapai target.

Memang dalam ilustrasi tersebut sang pemimpin hanya berkata-kata melalui tulisan, sehingga tidak ada nada bicara yang terdengar oleh kedua orang karyawannya itu. Tetapi melalui hal ini kita dapat melihat bahwa keadaan orang lain bisa berbeda saat menerima berbagai ucapan dari mulut kita. Maka dari itu, sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk menanggapi segala pembicaraan kita dengan penuh kasih, sehingga kita tidak salah saat memberi jawaban pada orang lain.

Sebagai orang Kristen, hendaklah kita memiliki cara berbicara yang berbeda dengan orang dunia, yaitu dengan adanya kasih dalam setiap ucapan kita. Memang tidak mudah, namun itu bisa kita lakukan, asal kita selalu sadar identitas diri kita sebagai anak Tuhan.


“Setiap ucapan yang keluar dari mulut kita selalu mencerminkan isi hati kita.”

Senin, 29 September 2014

Hidup dalam Kekudusan


Galatia 5:16-21
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Hidup kudus memiliki banyak pengertian di dalam dunia ini. Banyak sekali standard yang dibuat oleh manusia untuk mengartikan arti kekudusan. Namun bila berdasarkan Firman Tuhan, kudus berarti hidup sesuai dengan keinginan Roh, dan tidak akan menuruti keinginan daging.

1 Timotius 4:12
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan pengertian yang mudah dimengerti dalam mengartikan hidup kudus, yaitu:
1.      Moral Purity
Yaitu kemurnian nilai moral di kehidupan kita. Nilai moral ini meliputi pengendalian hawa nafsu (umumnya dalam hal seksual), kejujuran (umumnya dalam keuangan), dan komitmen dalam hidup pribadi dengan Tuhan.
2.      Self Identity
Kita harus memiliki identitas diri sebagai milik Tuhan. Hidup kita bukanlah milik kita sendiri, maka kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Hidup harus menjadi teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, perbuatan, kasih, dan dalam kekudusan.

Hidup kudus bukanlah hal yang mudah, seringkali terdengar kesaksian mengenai orang-orang yang jatuh saat mencoba untuk hidup kudus. Kebanyakan orang akhirnya jatuh pada saat muncul godaan di saat kehidupan pribadinya dengan Tuhan sudah jenuh. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, jenuh berarti bosan karena melakukan pekerjaan berulang-ulang dalam waktu yang lama. Hal ini salah, sebab itu berarti banyak orang menganggap hidup kudus adalah pekerjaan atau kewajiban agama, padahal seharusnya hidup kudus dilakukan karena kita sadar akan identitas kita sebagai milik Tuhan.

1 Petrus 2:9-10
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Bagaimana kita bisa hidup kudus, bila kita tidak sadar Tuhan ada dalam hidup kita? Bagaimana kita bisa hidup kudus bila kita tidak sadar kalau Tuhan mencintai kita dan kita mencintai Tuhan? Bagaimana kita bisa hidup kudus apabila kita tidak tahu bahwa hidup ini bukanlah milik kita?

Untuk hidup kudus, kita harus mau menyangkal diri sendiri, sebab diri kita adalah daging, dan itu bertentangan dengan Roh. Lalu kita juga harus mengenal Tuhan dan kasih-Nya dalam hidup kita, maka dari itu selalu mendekatlah pada Tuhan. Dan yang terakhir kita harus menyerahkan hak-hak kita ke dalam Tuhan, yaitu dengan menyandarkan seluruh hidup kita kepada-Nya.


“Kudus memang menyiksa kedagingan kita, tetapi memuaskan kebatinan kita”