Jumat, 13 Februari 2015

Jangan Putus Asa


Mungkin pendeta atau hamba Tuhan sudah seringkali memberitakan Firman Tuhan mengenai tema ini. Kebanyakan mereka akan mengatakan selalu ada harapan, serahkan semuanya kepada Tuhan, selalu ada jalan, mintalah pada Tuhan maka kamu akan mendapatkan, jangan khawatir akan hari esok, dan lain sebagainya. Perkataan mereka benar, sebab memang tertulis di dalam Firman Tuhan. Hal tersebut juga dapat kita tiru, dan kita katakan pada teman-teman kita yang sedang mengalami perasaan putus asa ini. Namun pernakah anda berpikir, bila orang terdekat anda (pasangan hidup, orang tua, anak, atau sahabat) sedang curhat kepada anda tentang beban hidupnya, bisakah kita HANYA mengatakan hal-hal seperti itu. Tentu bisa, namun itu tidak akan menyelesaikan masalah. Orang terdekat kita tentu berbagi kisah hidupnya dengan kita dengan harapan kita dapat membantu meringankan beban hidupnya, bukan hanya "mendengarkan ceramah" yang sejatinya sudah sering dia dengar dari orang lain.

Di sini saya ingin berbagi dengan orang-orang yang sedang mengalami beratnya beban hidup dan hampir putus asa. Mungkin yang saya bagikan akan menjadi teori juga bagi anda, namun saya hanya ingin berbagi kisah yang pernah saya alami. Saya sekarang bekerja sebagai wiraswasta, dan saya memulai profesi ini dengan tiba-tiba. Sebelumnya saya adalah seorang salesman dari sebuah perusahaan property yang cukup besar di Indonesia. Pendapatan saya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta setiap bulannya, dan itu adalah hal yang sangat besar bagi seseorang yang baru lulus kuliah. Sampai setelah lewat 1 tahun, saya mulai menemukan pasangan hidup dan saya meyakinkan diri saya sendiri, bahwa saya tidak seharusnya kerja ikut orang, saya harus membuka usaha sendiri (bukan berarti kerja ikut orang itu salah, hanya pandangan saya berbeda). Singkat cerita, saya resign dari pekerjaan saya dengan mantap, dan membuka usaha sendiri di luar kota. Memang saat itu saya mencari peluang dan saya mendapatkannya di luar kota dan tidak memungkinkan saya untuk pulang setiap hari ke kota asal saya setiap hari, biasanya saya hanya pulang setiap weekend..

Tiga sampai enam bulan pertama bukanlah hal yang mudah bagi saya. Pendapatan saya secara pribadi jauh menurun dibanding pekerjaan saya sebelumnya, saya juga melihat banyak teman saya dari pekerjaan saya yang lama masih menikmati pendapatan yang seharusnya juga dapat saya miliki jika saya tidak memilih keputusan ini. Tidak hanya itu yang membuat saya tertekan, saya tinggal di kota orang sendirian tanpa ada yang menemani. Hiburan saya hanya TV, laptop, dan Ipad saya. Kesendirian ini yang seringkali dimanfaatkan oleh roh-roh jahat untuk mengganggu kita. Gangguan itu bisa berbentuk apa saja, dan yang paling sering hinggap dalam pikiran saya adalah perasaan putus asa. Iblis berkali-kali mengatakan bahwa saya salah arah, Tuhan menyesatkan saya, dan saya tidak punya teman.

Tetapi puji Tuhan saat itu Tuhan sungguh-sungguh mengasihi saya. Tuhan selalu menjaga dan membentengi kehidupan saya. Suatu saat saya mendengarkan sebuah lagu berjudul "Kau Telah Memilihku", dan lirik lagu itu begitu menyentuh hati saya.

Kau telah memilihku sebelum dunia dibentuk,
Betapa aku bersyukur padaMu, ya Tuhan, Allahku..
Kau telah memanggilku sebagai alat KerajaanMu,
Betapa aku bersyukur padaMu, atas perbuatanMu..

Mendengar lagu ini, saya merasa bahwa hidup saya berharga, dan Tuhan mengenal saya, bahkan sebelum saya mengenal diri saya sendiri. Tuhan tidak pernah salah, dan kita tidak akan tersesat selama kita selalu bersandar pada Tuhan. Saya termasuk orang yang hobi mendengarkan lagu, dan pada saat-saat tertentu Tuhan mampu berbicara melewati lagu tersebut.

Saat itu saya benar-benar tidak mengerti apa yang saya cari dari hidup saya, kesendirian benar-benar membuat saya tidak menjadi diri sendiri. Namun dibalik semua itu, dengan kesendirian yang saya alami, sisi positifnya adalah saya memiliki banyak waktu kosong, dan itu saya gunakan untuk bersekutu dengan Tuhan.

1 Yohanes 1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Yohanes 15:14
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan.

Tuhan selalu mengingatkan saya bahwa saya tidak salah jalan, dan selalu ada rencana yang dirancang sendiri oleh Tuhan bagi hidup saya. Saat-saat tersebut memang masa kejatuhan saya, namun adakalanya saya merindukan masa-masa itu bukan karena kesusahannya, namun karena kedekatan pribadi saya dengan Tuhan yang begitu dalam. Yang terpenting adalah Tuhan, dan saya selalu mencari-Nya setiap waktu.

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sekarang saya telah melewati masa-masa suram tersebut. Saya tidak melakukan hal-hal yang luar biasa, saya hanya mencari Tuhan setiap waktu, dan berkat selalu berdatangan bagi kehidupan saya. Pekerjaan saya sudah berjalan lancar, kehidupan saya kembali stabil, dan kebahagiaan selalu ada dalam hidup saya.

Saya hanya ingin berbagi kepada anda yang sedang mengalami beban hidup yang berat, dan saya hanya mau mengatakan bahwa anda berharga bagi Tuhan, carilah Tuhan setiap waktu, dan Dia tidak akan membiarkan anda jatuh tergeletak.

Tempatkan Tuhan di tempat yang pertama

Rabu, 07 Januari 2015

Suara Hati Nurani



Banyak pendapat orang mengenai suara hati. Bahkan ada yang beranggapan suara hati hanyalah akal-akalan setiap orang untuk dibenarkan perilakunya. Memang suara hati tidak bisa dibuktikan kepada orang lain, sebab memang hanya diri kita sendiri yang mampu mendengar dan merasakannya.

Bila kita melihat dari sisi Firman Tuhan, ternyata suara hati nurani pernah dibahas oleh Paulus. Menurutnya, suara hati akan bersaksi demi kebenaran dan akan terjadi saling tuduh atau saling bela terhadap pikiran kita. Hal ini seringkali diilustrasikan dalam film kartun dimana terdapat malaikat dan iblis yang saling mempengaruhi pikiran kita saat kita sedang galau. Ternyata hal ini memang akan dialami bila hati nurani kita tidak sreg dengan pikiran dan keputusan kita.

Roma 2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Hati nurani yang murni memang berasal dari Tuhan, dan kita wajib menjaga kemurnian hati kita dengan tidak mengotorinya. Hati nurani selalu berusaha mengingatkan kita bagaimana cara kita berperilaku, berbicara, beribadah, bahkan hanya berpikir sekalipun. Tuhan akan selalu bekerja dalam setiap orang melalui hati yang murni.

Paulus juga menyadari hal ini, maka dari itu dia selalu menjaga hidupnya dengan hal yang sesuai dengan kehendak hati nuraninya. 

Kisah Para Rasul 24:16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Menjaga kemurnian hati nurani memang tidak mudah. Mungkin bila di hadapan manusia, kita bisa menutupinya, namun Paulus mengatakan bahwa menjaga kemurnian hati juga harus dilakukan di hadapan Tuhan. Tidak akan ada dosa yang dapat ditutupi dari Tuhan, sebab Dia lah yang selalu berada di dalam hati kita.

Sebenarnya bila kita menutupi dosa, kita telah menipu diri kita sendiri, dan itu tidak akan membangun kehidupan kita ke arah yang lebih baik. Sebab sesungguhnya kita sudah tahu kejelekan kita, hanya saja kita tidak mau mengakuinya. Hati nurani kita akan terus bergejolak dan akan memberontak kepada kita untuk segera mengakuinya, khususnya di hadapan Tuhan. 

Yusuke Katayama, seorang penjahat IT, yang telah menggemparkan Jepang dengan menyebarkan virus. Pada Mei 2014 kemarin Katayama mengakui kesalahannya dan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Padahal sebelumnya polisi Jepang sudah sempat menangkap beberapa tersangka, termasuk dirinya, dan semuanya dilepaskan karena tidak terbukti bersalah. Dalam hal inilah hati nurani mulai bekerja, Katayama bisa saja terus menerus menghindar dan mencari alasan, sebab kejahatan IT adalah kejahatan yang sangat susah dilacak. Namun hati nuraninya berkata berbeda, dan akhirnya dia menuruti suara hatinya untuk mengakui perbuatannya.

Tuhan tidak pernah menutup kesempatan bagi mereka yang mau mengakui kesalahannya dan kembali kepada-Nya. Tuhan akan dengan terbuka mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan kita,

1 Yohanes 1:8-9
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Tuhan memang selalu bekerja dalam hati nurani kita, maka dari itu hendaklah kita selalu menjaga kemurnian hati kita, agar Tuhan betah tinggal di dalam hati kita, dan kitapun juga menjadi peka dengan suara-Nya. Semakin sering kita mengotori hati nurani kita, maka kepekaan kita akan suara hati nurani kita akan semakin hilang.

"jagalah kemurnian hati nurani, sebab disanalah tempat kita menyambut Tuhan kita"

Rabu, 10 Desember 2014

User's Guide



"User's Guide" adalah buku yang sangat populer di seluruh dunia. Bisa dibilang setiap produk khususnya yang berhubungan dengan elektronik, memiliki sebuah buku panduan atau yang biasa disebut User's Guide. Namun percaya atau tidak, dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan pada keluarga dan teman-teman saya, mayoritas mereka tidak membaca buku tersebut, dan membiarkannya berada dalam kardus product tersebut dan disimpan dalam gudang. Adapun yang membaca buku itu karena sudah mengalami kendala dalam pemakaian. Bahkan ada juga yang sudah mengalami kendala, namun tidak mau membaca buku panduan tersebut, melainkan bertanya pada orang lain yang sebenarnya juga belum tentu benar.

Fenomena ini memang cukup unik, dan hampir pasti terjadi pada kita juga. Seringkali kita merasa bahwa kita tahu segala sesuatu dan tidak perlu ada yang mengajari kita. Mungkin beruntung bila kita tidak menghadapi kendala selama pemakaian normal, namun bisakah kita mengoperasikan keunggulan-keunggulan dari product tersebut bila kita hanya mengandalkan pengetahuan kita yang terbatas? Yang ada justru kita akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya.

Buku panduan sebenarnya dibuat agar kita membacanya terlebih dahulu sebelum kita menggunakan product tersebut. Hal ini bertujuan agar kita mampu mengoperasikan segala kemampuan product tersebut secara maksimal, dari step yang paling mudah hingga paling rumit. Buku panduan sudah merancang pembelajaran yang sedemikian rupa agar pengguna product tersebut dapat dengan mudah memahami product tersebut.

Menyadari hal ini, saya juga melihat kehidupan rohani kita. Seringkali kita merasa mengetahui segalanya, dan sering bertindak tanpa bertanya apakah kehendak Tuhan. Kita hanya datang kepada Tuhan ketika ada masalah. Bahkan juga tidak jarang kita lebih menuruti kata-kata orang di sekeliling kita daripada bertanya pada Tuhan. 

Ulangan 4:40
Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Bila kita mengikuti buku panduan rohani kita, Tuhan berjanji akan menjamin keadaan kita menjadi baik, bahkan hingga keturunan kita. Namun hendaknya kita tidak hanya melihat buku panduan setelah kita ada masalah, namun kita harus belajar dan terus belajar untuk mendalami dan mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Bila kita mau melakukannya, maka kita pasti akan mampu meningkatkan kualitas rohani kita. Tuhan Yesus akan memakai kita sebagai alat-Nya untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Dengan mengandalkan Tuhan, kehidupan rohani kita akan terus berbuah, dan berdampak bagi banyak orang. Tuhan akan memberkati kita secara luar biasa. Bahkan kendala dalam kehidupan kita tidak akan menghambat perkembangan rohani kita.

Bila hidup kita hanya biasa-biasa saja, kita sama seperti product yang hanya berfungsi biasa, padahal seharusnya memiliki keunggulan yang tidak dapat kita operasikan.

Rabu, 19 November 2014

Minder



Rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri. Peribahasa ini seringkali kita dengar saat kita sedang membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Memang peribahasa ini banyak benarnya, sebab banyak orang tidak mensyukuri apa yang dimilikinya, namun justru mengingini segala yang tidak dia miliki. Namun pernakah kita berpikir, apakah peribahasa itu juga berlaku dengan orang yang sudah memiliki segala sesuatu dalam hidupnya. Jawabannya adalah berlaku, selama manusia tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya. Jika benar kejadiannya seperti itu, kenapa kita tidak fokus pada rumput sendiri saja? Pasti ada sekelompok orang yang juga iri terhadap rumput kita.

Banyak orang yang tidak menyadari hal ini akan mengakibatkan seseorang memiliki rasa minder. Memang rasa minder ini akan susah dilawan bila kita tidak mengerti dan mengenal siapa diri kita sebenarnya. Mulai dari bentuk tubuh yang tidak ideal, tingkat ekonomi, status sosial, dll, banyak sekali yang bisa memicu munculnya sifat minder  dalam diri kita.

Secara umum, minder sebenarnya terjadi karena kita tidak tahu siapa diri kita, dan secara khusus kita tidak tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Bapa kita di sorga, lalu buat apa kita minder, kita merupakan ciptaan yang paling mulia. Namun, dibalik semua itu, sebenarnya penyebab lain yang membuat minder adalah dosa. 

Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam Tuhan tidak ada seorangpun yang minder, sebab mereka tahu bahwa mereka sempurna di mata Tuhan. Namun dosa telah menjauhkan manusia dari Tuhan. Kemuliaan Allah yang tinggal dalam hidup kita semakin menjauh dan terhalang oleh dosa, itulah yang membuat kita semakin tidak mengerti siapa diri kita dan apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kemuliaan Bapa kita yang selalu kita banggakan telah hilang dari diri kita, dan kita merasa tidak memiliki apa-apa.

Kita selalu melihat orang lain dan mendengarkan pendapat orang lain tentang hidup kita, hal ini tidak salah, sebab dapat menjadi bahan evaluasi kita. Namun yang salah adalah jika tidak kita imbangi dengan perkataan Firman Tuhan. Jangan hidup berdasarkan kata orang, namun berdasarkan kata Tuhan.

Sebagai anak Tuhan, kita memang dilarang minder, karena:

Yeremia 1:6
Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.

  • Org minder selalu banyak alasan. Maka jawablah: Yes Lord, i'm ready!!


Yeremia 1:7
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

  • Minder dan iman tidak bisa jalan bersama. Yang harus kita lakukan adalah perintah Tuhan.


Yeremia 1:8
Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

  • Minder selalu ketakutan. Namun percayalah bahwa Tuhan menyertai kita.


Yeremia 1:9-10
Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

  • Orang minder tidak mengerti rencana Allah, padahal Tuhan selalu memberikan kita kekuatan untuk menjalani segala perintah Tuhan.

Alasan-alasan di atas sebenarnya terjadi karena kurangnya kepercayaan kepada Tuhan, padahal diri kita selalu ditopang oleh kekuatan Tuhan. Kita selalu melihat dunia dan kepekaan diri kita akan kehadiran Tuhan semakin samar. Maka dari itu, kunci yang terpenting adalah selalu menyediakan waktu bersekutu dengan Tuhan. Sediakan waktu membaca Firman Tuhan, berdoa, dan selalu ada waktu khusus untuk menjaga keintiman kita dengan Tuhan.


Selalu ada kekuatan, jawaban, dan jalan keluar dari setiap kali kita merenungkannya

Senin, 20 Oktober 2014

Dosa yang tidak disadari



     KUSADARI KINI KU JAUH DARI KASIH-MU
     KUAKUI SEGALA DOSA DAN SALAHKU
     INI AKU DATANG PADA-MU, AMPUNIKU
          DAN KAU ANGKATKU, LUPAKAN DOSAKU
          KAU JADIKANKU SAHABAT KARIB-MU
          KAU PULIHKAN AKU, MENUNTUN LANGKAHKU
          KAU JADIKANKU KEKASIH YANG SANGAT BERHARGA BAGI-MU

Syair di atas adalah sebuah lirik lagu yang berjudul “Berharga BagiMu”. Beberapa hari yang lalu saya mendengarkan lagu ini, dan saya merasa tersentuh dengan lirik lagu ini. Dalam lagu ini dinyanyikan bahwa kita baru menyadari bahwa kita jauh dari Tuhan dan banyak sekali dosa yang kita lakukan. Namun Tuhan tetap mau mengangkat kita dan menjadikan kita sahabat-Nya, sebab kita berharga bagi Dia.

Seringkali kita mengalami hal seperti itu, kita saat teduh setiap hari, berbuat baik pada orang lain, menyumbang fakir miskin, dan lain-lain. Kita merasa sudah melakukan banyak kehendak Tuhan, namun sebenarnya kita tidak sadar bahwa kita telah jauh dari kasih Tuhan.

Mazmur 19:13
Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.

Daud juga menyadari fenomena ini dalam kehidupan manusia. Daud memohon kepada Tuhan untuk menjauhkannya dari dosa dan kesalahan yang sering muncul saat kita tidak sadar. Manusia menmang hanyalah sekumpulan daging yang tidak mungkin bisa lepas sepenuhnya dari dosa, namun dengan pengetahuan dan bimbingan dari Tuhan, tentu dosa itu bisa kita lepas dari hidup kita.

Dosa yang tidak kita sadari secara perlahan akan menggerogoti hubungan kita dengan Tuhan, maka dari itu penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap segala yang kita lakukan.

Kidung Agung 2:15
Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

Yakobus 1:15
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Mintalah hikmat kepada Tuhan, maka hidup kita akan lebih dekat dengan kasih Tuhan. Hiduplah dengan mengandalkan Tuhan setiap waktu, dan selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan setiap kita mau bertindak. Selalu introspeksi diri setiap saat, maka itu akan membantu kita untuk menghindari dosa yang sering tidak kita sadari.


“Dosa sekecil apapun mendatangkan maut dan itu tidak disukai Tuhan.”

Rabu, 08 Oktober 2014

Tidak Perlu Bertengkar



Yakobus 4:1-10

Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Setiap hari selalu ada saja berita tentang pertengkaran atau perselisihan, dan tidak jarang kita juga terlibat dengan pertengkaran tersebut. Memang tidak selalu berupa pertengkaran yang besar, namun yang namanya pertengkaran, di mata Tuhan tetap sama.

Dalam bacaan Firman Tuhan di atas, disebutkan bahwa pertengkaran pasti berasal dari pemuasan hawa nafsu. Setiap orang yang egois akan hawa nafsu pribadi akan saling memperjuangkan kepuasannya sendiri-sendiri, sehingga menyebabkan terjadinya pertengkaran. Tidak hanya kepuasan pribadi, sekelompok orang yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu juga akan dapat memicu pertengkaran, bahkan dalam skala yang lebih besar, akan menimbulkan perang.

Tuhan tidak pernah mengajarkan pertengkaran dalam menyelesaikan setiap masalah, Tuhan selalu mengajarkan perdamaian, sebab dengan berdamai semua masalah akan ditemukan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak. Hawa nafsu memang egois dan mementingkan diri sendiri, tetapi percuma bila suatu masalah terselesaikan dengan cara yang tidak baik, sebab akan menimbulkan masalah-masalah berikutnya.

Pertengkaran membutuhkan harga yang mahal. Dalam peperangan khususnya, banyak nyawa yang menjadi korban. Memang kelompok yang menang akan bersorak-sorai, namun dibalik semua itu aka nada dukacita yang mendalam bagi orang-orang yang menjadi korban akan kemenangan itu. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sama, pertengkaran akan membutuhkan harga yang mahal untuk dibayar. Persahabatan kita akan hancur, relasi ktia berkurang, bahkan nama baik kita juga dipertaruhkan.

Marilah hidup berdamai dan dengan rendah hati kita mengutamakan solusi bersama untuk menghadapi setiap masalah. Hawa nafsu tidak akan pernah menyeesaikan masalah, yang ada hanyalah membuat sederet masalah yang tidak akan pernah selesai.


“Tidak ada pihak yang benar dalam suatu pertengkaran, yang benar adalah pihak yang dengan rendah hati meminta maaf kepada pihak yang lain.”

Kamis, 02 Oktober 2014

Periksa Nada Bicara kita



Kolose 4:2-6
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Kali ini kita akan membahas sedikit tentang bagaimana cara kita berbicara dalam kehidupan sehari-hari kita. Seringkali terdengar ungkapan “mulutmu harimaumu”, yang berarti bahwa mulut kita bisa mendatangkan celaka. Mulut dipercaya memiliki kuasa yang mampu mendatangkan hal-hal besar. Namun bila kita melihat sebaliknya, berarti mulut kita juga mampu menjadi berkat bagi orang lain. Dalam Kolose 4:6, Paulus menuliskan bahwa kata-kata kita haruslah penuh dengan kasih, sehingga tidak hambar, maka kita akan mengerti bagaimana cara berbincang-bincang yang baik dengan orang lain.

Mulut memang sering menjadi sumber dari segala masalah, khususnya nada bicara yang selalu menyebabkan banyaknya salah paham. Di suatu saat kita pasti akan mengucapkan kata-kata dengan nada-nada yang berbeda, tentu saja nada bicara itu akan dapat kita kontrol saat kita dalam keadaan tenang. Namun pada saat tertentu, kita biasanya akan keceplosan untuk berbicara dengan nada-nada yang tidak enak didengar. Hal ini seringkali membuat orang lain sakit hati, dan menilai diri kita beda dari keadaan kita yang seharusnya. Memang sepintas tidak menjadi masalah berarti bagi kita, tetapi bagaimana bila kita sebagai orang Kristen sering melakukan hal ini, tentu saja yang terkena masalah adalah nilai-nilai Kristen kita.

Terdapat sebuah ilustrasi mengenai seorang pemimpin perusahaan yang sedang memotivasi 2 orang karyawannya melalui SMS. Dalam pesan singkatnya, kurang lebih berbunyi  demikian, “Saat ini sudah akhir bulan, targetmu masih belum tercapai. Masih ada waktu, kamu masih bisa tambah orderan.” Karyawan pertama yang menerima pesan singkat ini merasa semakin tertekan, sebab saat itu dia merasa atasannya menagih targetnya. Namun berbeda dengan karyawan yang kedua. Justru karyawan kedua semakin termotivasi, sebab dia berpikir bahwa atasannya sedang memberi semangat kepada dirinya karena sudah hampir mencapai target.

Memang dalam ilustrasi tersebut sang pemimpin hanya berkata-kata melalui tulisan, sehingga tidak ada nada bicara yang terdengar oleh kedua orang karyawannya itu. Tetapi melalui hal ini kita dapat melihat bahwa keadaan orang lain bisa berbeda saat menerima berbagai ucapan dari mulut kita. Maka dari itu, sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk menanggapi segala pembicaraan kita dengan penuh kasih, sehingga kita tidak salah saat memberi jawaban pada orang lain.

Sebagai orang Kristen, hendaklah kita memiliki cara berbicara yang berbeda dengan orang dunia, yaitu dengan adanya kasih dalam setiap ucapan kita. Memang tidak mudah, namun itu bisa kita lakukan, asal kita selalu sadar identitas diri kita sebagai anak Tuhan.


“Setiap ucapan yang keluar dari mulut kita selalu mencerminkan isi hati kita.”