Rabu, 18 Maret 2015

Sabar Tanpa Batas




"Cukup sudah, habis kesabaranku!!"
"Sesabar-sabarnya orang, kesabaran itu ada batasnya!!"
"Aku sudah tidak bisa sabar lagi, ini sudah keterlaluan!!"

Mungkin ungkapan-ungkapan itu tidak jarang hinggap dalam hidup kita, entah karena kita mendengar dari orang lain, atau justru kita sendiri yang mengucapkannya. Sabar adalah suatu topik yang cukup menarik bagi saya, sebab sabar disebutkan pertama kali sebagai arti kata dari kasih (1 Korintus 13:4). Hal ini membuat saya selalu mengingat bahwa definisi yang pertama dari kasih adalah sabar. Namun tidak pernah ada Firman Tuhan yang menyatakan tentang batas-batas kesabaran, hal ini yang sering menjadi alasan bagi banyak orang untuk meraba-raba bahwa sabar harus dibatasi.

Mazmur 103:8
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Amsal 14:17
Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Amsal 14:29
Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Firman Tuhan, khususnya melalui Mazmur dan Amsal banyak mengungkapkan tentang betapa positifnya kesabaran. Banyak sekali himbauan untuk menjadi orang yang sabar dan tidak mudah marah. Tetapi itu bukan berarti tidak boleh marah. 

Menurut saya, kehabisan kesabaran dan marah adalah hal yang berbeda. Kehabisan kesabaran berarti terbawa emosi dalam situasi yang seharusnya masih dapat kita selesaikan, dan itu merupakan dosa. Namun marah adalah situasi karena ada suatu hal yang salah dan marah harus diwujudkan sebagai tindakan yang benar. Beberapa hari yang lalu saya sempat mendengar seorang penginjil mengatakan, "Saat kita harus marah, dan kita tidak marah, berarti kita berdosa." Saya cukup sepakat dengan kalimat tersebut, sebab pada kondisi tertentu marah dibutuhkan, tetapi sekali lagi itu karena terdapat kesalahan yang harus diselesaikan. Seperti Tuhan Yesus saat marah karena Bait Suci digunakan sebagai tempat berdagang. Tentu saja Tuhan Yesus harus marah, karena mendapati ketidakbenaran yang terjadi.

Kembali ke topik tentang kesabaran, Firman Tuhan tidak pernah memberikan batas terhadap kesabaran, justru Firman Tuhan selalu menyarankan untuk menjadi sabar. Tetapi manusia yang selalu bergelut dengan dosa, perlahan-lahan memberikan batas terhadap kesabarannya dalam diri sendiri. Dan itu sudah berlangsung sejak dulu hingga sekarang, dan itu yang membuat setiap manusia berpikir bahwa adanya batasan-batasan dalam bersabar.

Sekarang tugas kitalah sebagai orang percaya yang harus mampu membuat perbedaan bagi dunia yang penuh dosa ini. Bersabarlah terhadap segala sesuatu, sebab Tuhan sendiri juga panjang sabar. Dan janganlah kita marah karena kita tidak bisa mengontrol kesabaran kita, tetapi marahlah karena ketidakbenaran.

"Tidak semua orang bisa sabar, tetapi kita harus bisa"

Jumat, 06 Maret 2015

Jangan Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri



Seorang dirigen atau kondektur sebuah orchestra tampil dalam sebuah acara. Umumnya, saat seseorang tampil di suatu acara, dia akan menghadap ke arah penonton untuk mencuri perhatian semua penonton. Tetapi beda hal dengan seorang dirigen, mereka tampil dengan membelakangi penonton. Seorang dirigen tidak fokus dengan penampilannya, melainkan penampilan orang-orang yang dipimpinnya. Kalau penyanyi, pesulap, penari, dan sebagainya selalu bertujuan agar mendapat seluruh perhatian dari penonton, seorang dirigen tidak mempedulikan itu. Yang terpenting baginya adalah memberikan yang terbaik agar penonton menyukai penampilan orchestranya, tidak peduli bagaimana reaksi penonton, entah ada yang tidak suka, tidak memperhatikan, tertidur, ataupun berbicara sendiri. Bila seorang dirigen memikirkan reaksi penonton akan penampilannya, itu justru akan mengganggu pikirannya, dan membuat orchestra yang dipimpinnya menjadi kacau.

Ilustrasi tersebut bagi saya sangat berhubungan dengan Firman Tuhan dalam Filipi 2:1-4 tentang merendahkan diri seperti Kristus.

Filipi 2:1-4
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Memikirkan diri sendiri akan membawa kita kepada sifat egois, tinggi hati, dan tidak peduli terhadap sesama. Hal ini tentu tidak disukai oleh Tuhan, sebab itu bukanlah sifat kasih seperti yang diajarkan Kristus. Dengan tidak memikirkan diri sendiri, kita dituntut untuk rendah hati dan mementingkan kepentingan orang lain.

Memang di suatu saat kita akan merasa bahwa ada kepentingan dari diri kita yang tidak bisa ditawar, sebab menurut kita itu adalah prioritas utama kita dan sudah waktunya untuk diperoleh. Hal itu tidak salah, sebab Tuhan tidak pernah melarang orang memiliki kepentingan, tapi jangan sampai kita melupakan Firman Tuhan tersebut. Mencapai kepentingan kita boleh, asalkan kita tidak mencapainya untuk puji-pujian diri sendiri ataupun merugikan orang lain.

Roma 2:8
tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

Hukum Tuhan sangat jelas bagi mereka yang mementingkan diri sendiri, yaitu Tuhan akan murka kepada mereka yang melakukannya. Tetapi hukum Tuhan juga jelas bahwa mereka yang mementingkan orang lain, akan mendapatkan hidup kekal.

Setiap orang memang memiliki kepentingan dan urusan sendiri, namun alangkah baiknya jika kita juga mampu peduli dan mengutamakan orang lain dalam hidup kita. Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, dan kasih adalah sifat Kristus yang harus kita miliki. Akan tercipta suasana yang sangat indah bila setiap orang percaya mampu membangun hal ini bersama-sama.

Pasti akan lebih sedikit waktu untuk orang lain daripada waktu untuk diri sendiri, pergunakanlah!!

Jumat, 20 Februari 2015

Kasih yang besar, memiliki resiko yang besar



Salah satu tradisi yang masih sering terjadi saat kelahiran bayi adalah mencukur habis rambut sang bayi. Ada yang bilang rambut bayi dicukur agar saat bertumbuh dewasa, rambutnya semakin tebal. Namun dalam mencukur rambut sang bayi, tentu saja dibutuhkan keahlian khusus, sebab kepala bayi tentu sangat rawan dengan pisau cukur. Maka dari itu banyak sekali profesi yang melayani proses pencukuran rambut tersebut. Namun suatu keunikan terjadi dalam keluarga saya, ternyata saat saya masih bayi, orang tua saya tidak memanggil jasa pencukur rambut tersebut, ayah saya sendiri yang mencukur rambut saya dan saudara-saudara saya. Saat bercerita kepada beberapa orang, mayoritas orang menanyakan, apa tidak takut kalau nanti kepalanya tergores pisau, terluka, dan lain sebagainya. Tetapi ayah saya menjawabnya dengan berkata bahwa justru ayah saya lebih tidak percaya kalau proses yang penuh resiko tersebut diserahkan ke orang lain.

Mungkin beginilah yang dipikirkan Bapa kita saat memutuskan untuk menebus dosa manusia. Saya yakin Tuhan punya banyak cara untuk menebus dosa manusia daripada harus turun sendiri ke dalam dunia yang penuh dosa ini dan mengalami penderitaan yang tidak mudah. Namun kasih-Nya mengalahkan segala ego-Nya, akhirnya Dia memutuskan untuk turun sendiri dan menebus dengan cara dan rupa seorang manusia. Tuhan ingin secara pribadi lebih dekat dengan manusia dan melawan dosa dengan hidup kudus dan tanpa dosa.

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tuhan tidak mau hanya menyuruh malaikat-Nya, Dia ingin melakukan segalanya sendiri. Sebab Dia tidak percaya kepada pribadi selain diri-Nya sendiri. Dia tahu bahwa untuk menebus dan mengalahkan maut bukanlah hal yang dapat dilakukan semua orang. Dia tidak mau digantikan saat melakukan hal yang penuh resiko ini.

Roma 3:24
Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

1 Korintus 13:7
Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih-Nya menunjukkan kesabaran dalam menanggung segala resiko yang akan dihadapi. dan tentu saja hasil dari segala pengorbanan itu telah kita terima dan nikmati hingga sekarang. Hidup kekal yang seharusnya bukanlah milik kita, kini telah dikaruniakan-Nya kepada kita. Dan hanya dengan iman percaya kita kepada Kristus Yesus, kita akan diselamatkan.

Kasih Tuhan Yesus pada kita tidak perlu diragukan lagi

Jumat, 13 Februari 2015

Jangan Putus Asa


Mungkin pendeta atau hamba Tuhan sudah seringkali memberitakan Firman Tuhan mengenai tema ini. Kebanyakan mereka akan mengatakan selalu ada harapan, serahkan semuanya kepada Tuhan, selalu ada jalan, mintalah pada Tuhan maka kamu akan mendapatkan, jangan khawatir akan hari esok, dan lain sebagainya. Perkataan mereka benar, sebab memang tertulis di dalam Firman Tuhan. Hal tersebut juga dapat kita tiru, dan kita katakan pada teman-teman kita yang sedang mengalami perasaan putus asa ini. Namun pernakah anda berpikir, bila orang terdekat anda (pasangan hidup, orang tua, anak, atau sahabat) sedang curhat kepada anda tentang beban hidupnya, bisakah kita HANYA mengatakan hal-hal seperti itu. Tentu bisa, namun itu tidak akan menyelesaikan masalah. Orang terdekat kita tentu berbagi kisah hidupnya dengan kita dengan harapan kita dapat membantu meringankan beban hidupnya, bukan hanya "mendengarkan ceramah" yang sejatinya sudah sering dia dengar dari orang lain.

Di sini saya ingin berbagi dengan orang-orang yang sedang mengalami beratnya beban hidup dan hampir putus asa. Mungkin yang saya bagikan akan menjadi teori juga bagi anda, namun saya hanya ingin berbagi kisah yang pernah saya alami. Saya sekarang bekerja sebagai wiraswasta, dan saya memulai profesi ini dengan tiba-tiba. Sebelumnya saya adalah seorang salesman dari sebuah perusahaan property yang cukup besar di Indonesia. Pendapatan saya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta setiap bulannya, dan itu adalah hal yang sangat besar bagi seseorang yang baru lulus kuliah. Sampai setelah lewat 1 tahun, saya mulai menemukan pasangan hidup dan saya meyakinkan diri saya sendiri, bahwa saya tidak seharusnya kerja ikut orang, saya harus membuka usaha sendiri (bukan berarti kerja ikut orang itu salah, hanya pandangan saya berbeda). Singkat cerita, saya resign dari pekerjaan saya dengan mantap, dan membuka usaha sendiri di luar kota. Memang saat itu saya mencari peluang dan saya mendapatkannya di luar kota dan tidak memungkinkan saya untuk pulang setiap hari ke kota asal saya setiap hari, biasanya saya hanya pulang setiap weekend..

Tiga sampai enam bulan pertama bukanlah hal yang mudah bagi saya. Pendapatan saya secara pribadi jauh menurun dibanding pekerjaan saya sebelumnya, saya juga melihat banyak teman saya dari pekerjaan saya yang lama masih menikmati pendapatan yang seharusnya juga dapat saya miliki jika saya tidak memilih keputusan ini. Tidak hanya itu yang membuat saya tertekan, saya tinggal di kota orang sendirian tanpa ada yang menemani. Hiburan saya hanya TV, laptop, dan Ipad saya. Kesendirian ini yang seringkali dimanfaatkan oleh roh-roh jahat untuk mengganggu kita. Gangguan itu bisa berbentuk apa saja, dan yang paling sering hinggap dalam pikiran saya adalah perasaan putus asa. Iblis berkali-kali mengatakan bahwa saya salah arah, Tuhan menyesatkan saya, dan saya tidak punya teman.

Tetapi puji Tuhan saat itu Tuhan sungguh-sungguh mengasihi saya. Tuhan selalu menjaga dan membentengi kehidupan saya. Suatu saat saya mendengarkan sebuah lagu berjudul "Kau Telah Memilihku", dan lirik lagu itu begitu menyentuh hati saya.

Kau telah memilihku sebelum dunia dibentuk,
Betapa aku bersyukur padaMu, ya Tuhan, Allahku..
Kau telah memanggilku sebagai alat KerajaanMu,
Betapa aku bersyukur padaMu, atas perbuatanMu..

Mendengar lagu ini, saya merasa bahwa hidup saya berharga, dan Tuhan mengenal saya, bahkan sebelum saya mengenal diri saya sendiri. Tuhan tidak pernah salah, dan kita tidak akan tersesat selama kita selalu bersandar pada Tuhan. Saya termasuk orang yang hobi mendengarkan lagu, dan pada saat-saat tertentu Tuhan mampu berbicara melewati lagu tersebut.

Saat itu saya benar-benar tidak mengerti apa yang saya cari dari hidup saya, kesendirian benar-benar membuat saya tidak menjadi diri sendiri. Namun dibalik semua itu, dengan kesendirian yang saya alami, sisi positifnya adalah saya memiliki banyak waktu kosong, dan itu saya gunakan untuk bersekutu dengan Tuhan.

1 Yohanes 1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Yohanes 15:14
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan.

Tuhan selalu mengingatkan saya bahwa saya tidak salah jalan, dan selalu ada rencana yang dirancang sendiri oleh Tuhan bagi hidup saya. Saat-saat tersebut memang masa kejatuhan saya, namun adakalanya saya merindukan masa-masa itu bukan karena kesusahannya, namun karena kedekatan pribadi saya dengan Tuhan yang begitu dalam. Yang terpenting adalah Tuhan, dan saya selalu mencari-Nya setiap waktu.

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sekarang saya telah melewati masa-masa suram tersebut. Saya tidak melakukan hal-hal yang luar biasa, saya hanya mencari Tuhan setiap waktu, dan berkat selalu berdatangan bagi kehidupan saya. Pekerjaan saya sudah berjalan lancar, kehidupan saya kembali stabil, dan kebahagiaan selalu ada dalam hidup saya.

Saya hanya ingin berbagi kepada anda yang sedang mengalami beban hidup yang berat, dan saya hanya mau mengatakan bahwa anda berharga bagi Tuhan, carilah Tuhan setiap waktu, dan Dia tidak akan membiarkan anda jatuh tergeletak.

Tempatkan Tuhan di tempat yang pertama

Rabu, 07 Januari 2015

Suara Hati Nurani



Banyak pendapat orang mengenai suara hati. Bahkan ada yang beranggapan suara hati hanyalah akal-akalan setiap orang untuk dibenarkan perilakunya. Memang suara hati tidak bisa dibuktikan kepada orang lain, sebab memang hanya diri kita sendiri yang mampu mendengar dan merasakannya.

Bila kita melihat dari sisi Firman Tuhan, ternyata suara hati nurani pernah dibahas oleh Paulus. Menurutnya, suara hati akan bersaksi demi kebenaran dan akan terjadi saling tuduh atau saling bela terhadap pikiran kita. Hal ini seringkali diilustrasikan dalam film kartun dimana terdapat malaikat dan iblis yang saling mempengaruhi pikiran kita saat kita sedang galau. Ternyata hal ini memang akan dialami bila hati nurani kita tidak sreg dengan pikiran dan keputusan kita.

Roma 2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Hati nurani yang murni memang berasal dari Tuhan, dan kita wajib menjaga kemurnian hati kita dengan tidak mengotorinya. Hati nurani selalu berusaha mengingatkan kita bagaimana cara kita berperilaku, berbicara, beribadah, bahkan hanya berpikir sekalipun. Tuhan akan selalu bekerja dalam setiap orang melalui hati yang murni.

Paulus juga menyadari hal ini, maka dari itu dia selalu menjaga hidupnya dengan hal yang sesuai dengan kehendak hati nuraninya. 

Kisah Para Rasul 24:16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Menjaga kemurnian hati nurani memang tidak mudah. Mungkin bila di hadapan manusia, kita bisa menutupinya, namun Paulus mengatakan bahwa menjaga kemurnian hati juga harus dilakukan di hadapan Tuhan. Tidak akan ada dosa yang dapat ditutupi dari Tuhan, sebab Dia lah yang selalu berada di dalam hati kita.

Sebenarnya bila kita menutupi dosa, kita telah menipu diri kita sendiri, dan itu tidak akan membangun kehidupan kita ke arah yang lebih baik. Sebab sesungguhnya kita sudah tahu kejelekan kita, hanya saja kita tidak mau mengakuinya. Hati nurani kita akan terus bergejolak dan akan memberontak kepada kita untuk segera mengakuinya, khususnya di hadapan Tuhan. 

Yusuke Katayama, seorang penjahat IT, yang telah menggemparkan Jepang dengan menyebarkan virus. Pada Mei 2014 kemarin Katayama mengakui kesalahannya dan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Padahal sebelumnya polisi Jepang sudah sempat menangkap beberapa tersangka, termasuk dirinya, dan semuanya dilepaskan karena tidak terbukti bersalah. Dalam hal inilah hati nurani mulai bekerja, Katayama bisa saja terus menerus menghindar dan mencari alasan, sebab kejahatan IT adalah kejahatan yang sangat susah dilacak. Namun hati nuraninya berkata berbeda, dan akhirnya dia menuruti suara hatinya untuk mengakui perbuatannya.

Tuhan tidak pernah menutup kesempatan bagi mereka yang mau mengakui kesalahannya dan kembali kepada-Nya. Tuhan akan dengan terbuka mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan kita,

1 Yohanes 1:8-9
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Tuhan memang selalu bekerja dalam hati nurani kita, maka dari itu hendaklah kita selalu menjaga kemurnian hati kita, agar Tuhan betah tinggal di dalam hati kita, dan kitapun juga menjadi peka dengan suara-Nya. Semakin sering kita mengotori hati nurani kita, maka kepekaan kita akan suara hati nurani kita akan semakin hilang.

"jagalah kemurnian hati nurani, sebab disanalah tempat kita menyambut Tuhan kita"

Rabu, 10 Desember 2014

User's Guide



"User's Guide" adalah buku yang sangat populer di seluruh dunia. Bisa dibilang setiap produk khususnya yang berhubungan dengan elektronik, memiliki sebuah buku panduan atau yang biasa disebut User's Guide. Namun percaya atau tidak, dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan pada keluarga dan teman-teman saya, mayoritas mereka tidak membaca buku tersebut, dan membiarkannya berada dalam kardus product tersebut dan disimpan dalam gudang. Adapun yang membaca buku itu karena sudah mengalami kendala dalam pemakaian. Bahkan ada juga yang sudah mengalami kendala, namun tidak mau membaca buku panduan tersebut, melainkan bertanya pada orang lain yang sebenarnya juga belum tentu benar.

Fenomena ini memang cukup unik, dan hampir pasti terjadi pada kita juga. Seringkali kita merasa bahwa kita tahu segala sesuatu dan tidak perlu ada yang mengajari kita. Mungkin beruntung bila kita tidak menghadapi kendala selama pemakaian normal, namun bisakah kita mengoperasikan keunggulan-keunggulan dari product tersebut bila kita hanya mengandalkan pengetahuan kita yang terbatas? Yang ada justru kita akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya.

Buku panduan sebenarnya dibuat agar kita membacanya terlebih dahulu sebelum kita menggunakan product tersebut. Hal ini bertujuan agar kita mampu mengoperasikan segala kemampuan product tersebut secara maksimal, dari step yang paling mudah hingga paling rumit. Buku panduan sudah merancang pembelajaran yang sedemikian rupa agar pengguna product tersebut dapat dengan mudah memahami product tersebut.

Menyadari hal ini, saya juga melihat kehidupan rohani kita. Seringkali kita merasa mengetahui segalanya, dan sering bertindak tanpa bertanya apakah kehendak Tuhan. Kita hanya datang kepada Tuhan ketika ada masalah. Bahkan juga tidak jarang kita lebih menuruti kata-kata orang di sekeliling kita daripada bertanya pada Tuhan. 

Ulangan 4:40
Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Bila kita mengikuti buku panduan rohani kita, Tuhan berjanji akan menjamin keadaan kita menjadi baik, bahkan hingga keturunan kita. Namun hendaknya kita tidak hanya melihat buku panduan setelah kita ada masalah, namun kita harus belajar dan terus belajar untuk mendalami dan mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Bila kita mau melakukannya, maka kita pasti akan mampu meningkatkan kualitas rohani kita. Tuhan Yesus akan memakai kita sebagai alat-Nya untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Dengan mengandalkan Tuhan, kehidupan rohani kita akan terus berbuah, dan berdampak bagi banyak orang. Tuhan akan memberkati kita secara luar biasa. Bahkan kendala dalam kehidupan kita tidak akan menghambat perkembangan rohani kita.

Bila hidup kita hanya biasa-biasa saja, kita sama seperti product yang hanya berfungsi biasa, padahal seharusnya memiliki keunggulan yang tidak dapat kita operasikan.

Rabu, 19 November 2014

Minder



Rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri. Peribahasa ini seringkali kita dengar saat kita sedang membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Memang peribahasa ini banyak benarnya, sebab banyak orang tidak mensyukuri apa yang dimilikinya, namun justru mengingini segala yang tidak dia miliki. Namun pernakah kita berpikir, apakah peribahasa itu juga berlaku dengan orang yang sudah memiliki segala sesuatu dalam hidupnya. Jawabannya adalah berlaku, selama manusia tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya. Jika benar kejadiannya seperti itu, kenapa kita tidak fokus pada rumput sendiri saja? Pasti ada sekelompok orang yang juga iri terhadap rumput kita.

Banyak orang yang tidak menyadari hal ini akan mengakibatkan seseorang memiliki rasa minder. Memang rasa minder ini akan susah dilawan bila kita tidak mengerti dan mengenal siapa diri kita sebenarnya. Mulai dari bentuk tubuh yang tidak ideal, tingkat ekonomi, status sosial, dll, banyak sekali yang bisa memicu munculnya sifat minder  dalam diri kita.

Secara umum, minder sebenarnya terjadi karena kita tidak tahu siapa diri kita, dan secara khusus kita tidak tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Bapa kita di sorga, lalu buat apa kita minder, kita merupakan ciptaan yang paling mulia. Namun, dibalik semua itu, sebenarnya penyebab lain yang membuat minder adalah dosa. 

Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam Tuhan tidak ada seorangpun yang minder, sebab mereka tahu bahwa mereka sempurna di mata Tuhan. Namun dosa telah menjauhkan manusia dari Tuhan. Kemuliaan Allah yang tinggal dalam hidup kita semakin menjauh dan terhalang oleh dosa, itulah yang membuat kita semakin tidak mengerti siapa diri kita dan apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kemuliaan Bapa kita yang selalu kita banggakan telah hilang dari diri kita, dan kita merasa tidak memiliki apa-apa.

Kita selalu melihat orang lain dan mendengarkan pendapat orang lain tentang hidup kita, hal ini tidak salah, sebab dapat menjadi bahan evaluasi kita. Namun yang salah adalah jika tidak kita imbangi dengan perkataan Firman Tuhan. Jangan hidup berdasarkan kata orang, namun berdasarkan kata Tuhan.

Sebagai anak Tuhan, kita memang dilarang minder, karena:

Yeremia 1:6
Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.

  • Org minder selalu banyak alasan. Maka jawablah: Yes Lord, i'm ready!!


Yeremia 1:7
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

  • Minder dan iman tidak bisa jalan bersama. Yang harus kita lakukan adalah perintah Tuhan.


Yeremia 1:8
Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

  • Minder selalu ketakutan. Namun percayalah bahwa Tuhan menyertai kita.


Yeremia 1:9-10
Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

  • Orang minder tidak mengerti rencana Allah, padahal Tuhan selalu memberikan kita kekuatan untuk menjalani segala perintah Tuhan.

Alasan-alasan di atas sebenarnya terjadi karena kurangnya kepercayaan kepada Tuhan, padahal diri kita selalu ditopang oleh kekuatan Tuhan. Kita selalu melihat dunia dan kepekaan diri kita akan kehadiran Tuhan semakin samar. Maka dari itu, kunci yang terpenting adalah selalu menyediakan waktu bersekutu dengan Tuhan. Sediakan waktu membaca Firman Tuhan, berdoa, dan selalu ada waktu khusus untuk menjaga keintiman kita dengan Tuhan.


Selalu ada kekuatan, jawaban, dan jalan keluar dari setiap kali kita merenungkannya