Jumat, 22 Agustus 2014

Orang Kudus



Banyak orang menanyakan, seperti apa orang kudus sebenarnya? Banyak sekali pendapat yang berbeda-beda dan pandangan antara sesama manusia yang seringkali rancu dan tidak memiliki dasar yang kuat.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan Firman Tuhan mengenai pandangan alkitab tentang ciri-ciri orang kudus.

1. Kudus adalah berkat rohani dari Allah Bapa kita sejak sebelum kita dijadikan. Orang yang disebut kudus adalah orang yang memiliki kesatuan rohani dengan Kristus. (Efesus 1:3-6)
2. Orang kudus adalah orang yang secara pribadi percaya kepada Kristus dalam hati nurani mereka. (Roma 8:27)
3. Orang kudus adalah mereka yang tergabung dalam perkumpulan orang percaya atau yang sering kita sebut dengan gereja. (Kisah Para Rasul 9:32)
4. Orang-orang yang dimuliakan di tempat dimana mereka berada. (Mazmur 16:3)

Untuk mendapat predikat orang-orang kudus, tentu saja tidak bisa begitu saja. Alkitab juga mencatat bagaimanakah perbuatan-perbuatan orang kudus. 

- Efesus 5:3-4
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
Orang kudus jauh dari sifat percabulan, keserakahan, dan perkataan kotor.

- Roma 16:2
supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.
Orang kudus memiliki sifat saling membantu dan melayani sesamanya.

- Efesus 4:1-3
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
Orang kudus selalu rendah hati, lemah lembut, sabar, kasih, dan memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.

- Wahyu 13:10
Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.
Orang kudus tabah dalam menjalani setiap jalan yang sudah disediakan baginya.

- Wahyu 14:12
Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
Orang kudus selalu tekun dan taat terhadap perintah Tuhan dan selalu beriman pada Kristus.

Tidak mudah menjadi orang kudus, namun itulah tujuan kita sebagai orang percaya. Kita diajdikan Bapa kita serupa dengan gambar-Nya yang adalah kudus dan tidak bercela. Maka dari itu selayaknyalah kita jangan terpengaruh oleh dunia dan menjadi cemar, melainkan kita menguduskan diri kita agar semakin serupa dengan-Nya. Namun menguduskan diri bukan berarti kita menjauh dari sesama kita yang belum percaya, melainkan menjadi berkat dan pengaruh positif bagi mereka yang belum percaya.

Orang kudus tidak akan terpengaruh oleh kegelapan dunia. Sedangkan orang berdosa akan selalu berada dalam kegelapan yang semakin hari semakin dalam bila kita tidak mau menolong mereka.

Amsal 4:18-19
Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

"Orang kudus tidak akan menjadi cemar, melainkan menguduskan dunia yang cemar."

Rabu, 13 Agustus 2014

Tuhan (sebenarnya) Tidak Punya Kewajiban



Ada seorang penjual alat elektronika, dia menerima pesanan untuk pembuatan segala macam elektronika. Lalu ada seorang pembeli yang memesan untuk dibuatkan TV. akhirnya dengan biaya tertentu, terjadilah transaksi di antara keduanya. Lalu di lain pihak, sang penjual ini sedang berkunjung ke rumah temannya, dia melihat bahwa TV di rumah temannya ini sudah kuno, akhirnya dia berinisiatif untuk memberikan TV kepada temannya ini secara cuma-cuma. Singkat cerita, maka TV buatan penjual alat elektronika ini dipakai oleh kedua orang tersebut dengan sangat berhati-hati dan dirawat dengan baik, karena mereka menyayangi TV tersebut.

Setelah lewat beberapa bulan, tiba-tiba terjadi trouble pada TV kedua orang ini. Tentu saja sang pembeli marah dan melakukan protes kepada sang penjual. Dia meminta garansi, tanggung jawab, ganti baru, dan sebagainya. Tentu saja pembeli ini marah, sebab dia merasa sudah membayar dengan biaya yang sesuai dan juga sudah merawatnya, namun kualitasnya tidak sebagus yang dia harapkan. Tetapi di sisi lain, teman dari penjual ini mengalami hal yang sama, dia kecewa karena TV nya tiba-tiba trouble. Namun sikap berbeda ditunjukkan oleh temannya ini, dia hanya meminta tolong pada sang penjual untuk melihat permasalahan pada TV nya, dan dia hanya berharap agar temannya mampu memperbaikinya. Hal ini disebabkan karena temannya ini merasa tidak memiliki hak untuk meminta garansi.

Dari cerita singkat di atas, sebenarnya ada yang menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan. Kita menerima kehidupan, penebusan, dan jaminan hidup yang penuh pengharapan secara cuma-cuma dari Tuhan. Jadi seharusnya kita memiliki hubungan seperti seorang penjual tersebut kepada temannya. Namun yang seringkali terjadi justru sebaliknya, saat ada suatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, kita justru protes, minta garansi keadaan yang lebih baik kepada Tuhan. Sebab kita merasa sudah melakukan kebaikan dan sudah melakukan kehendak Tuhan, namun masih mendapat hal yang buruk.

Melihat hal ini, seakan-akan kita merasa bahwa Tuhan memiliki kewajiban untuk menjamin kehidupan yang layak, padahal kita dari awal Tuhan memberikannya kepada kita secara cuma-cuma. Maka bila dilihat dari hubungan penjual-pembeli, justru kita hanya bisa berterima kasih dan bersyukur, sebab kita tidak memiliki hak untuk protes dan meminta garansi. Namun Tuhan bukanlah penjual yang seperti umumnya ada di dunia ini. Meskipun Tuhan memberikan kehidupan secara cuma-cuma, namun Dia tetap totalitas dan menjamin kehidupan kita asalkan kita mau hidup dengan iman.

Efesus 2:8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Janji Tuhan pasti akan ditepati, kasih karunia akan selalu hadir dalam hidup setiap orang beriman. Hiduplah oleh iman percaya kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjamin kehidupanmu.

"Tuhan tidak berkewajiban membalas kebaikan dan kereligiusan kita, semua adalah kasih karunia-Nya"

Selasa, 12 Agustus 2014

Life Guard



Penjaga adalah suatu pekerjaan yang mendatangkan keamanan. Banyak sekali jenis profesi penjaga di dunia ini, mulai dari penjaga toko, penjaga sekolah, satpam, hingga penjaga gawang sekalipun. Tugas mereka adalah mengamankan obyek yang mereka jaga. Namun bagaimana bila obyek yang dijaga tidak memiliki bentuk fisik, dalam hal ini kita akan membahas mengenai penjaga masa depan kita. Siapa yang mampu mengamankan masa depan kita?

Pada dasarnya masa depan bukanlah hal yang dapat kita ketahui, maka dari itu kita hanya bisa menyerahkan keamanan masa depan kita pada yang ahli dalam hal ini, tentu saja Tuhan yang mengatur masa depan kita.

Wahyu 22:13
Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Tuhan tidaklah terbatas oleh ruang dan waktu, Dia ada di mana saja dan kapan saja. Segala yang terjadi di masa lalu, masa kini, dan masa depan sudah ada di dalam rancangan-Nya. Sebagai orang percaya tentu kita tahu bahwa rancangan Tuhan terhadap diri kita pasti memiliki tujuan yang baik, yaitu hari depan kita yang penuh harapan. Kita tidak perlu khawatir akan masa depan kita bila kita memang mau menyerahkan hidup kita pada-Nya.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Dalam segala bidang tentu kita harus menyandarkan hidup kita kepada Tuhan. Dalam kehidupan berkeluarga, kita harus selalu mengundang Tuhan hadir di tengah-tengah keluarga kita, maka keluarga kita akan memiliki masa depan yang bahagia dan penuh harapan. Dalam bidang ekonomi, tentu kita juga harus mengundang Tuhan dalam setiap aspek pekerjaan kita. Mulai dari bidang yang kita kerjakan, fasilitas yang kita gunakan, dan setiap orang yang akan menjadi partner kerja kita, entah itu penjual ataupun pembeli. Dengan demikian, tentu pekerjaan kita akan memiliki masa depan yang cerah. Dan dalam kehidupan Gereja, kita juga tetap harus hidup di dalam naungan-Nya. Maka Gereja akan terus berkembang dan berdampak bagi orang di sekitarnya. Dengan melandaskan segala aspek kehidupan kita pada Tuhan, maka segala rencana kita akan diwujudkan oleh Tuhan, tentu saja dengan cara dan jalan yang sudah disiapkan oleh Tuhan, sebab kita sebagai manusia tidak akan mengerti cara terbaik yang dapat kita terima.

Amsal 16:3
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Penjaga masa depan kita telah menjanjikan banyak hal positif dalam kehidupan kita di masa datang. Maka dari itu percayakan dan turuti segala yang Dia mau. Lakukan kehendak-Nya dan jauhi larangan-Nya. Hidup kita sepenuhnya di tangan Tuhan, dan hanya Dia yang mampu mengatur segala yang terjadi dalam hidup kita.

Jangan pernah khawatir mengenai kehidupan kita, mungkin kadang kita merasa keluarga kita tidak sempurna, pekerjaan kita kurang menghasilkan, teman-teman kita tidak mendukung, bahkan gereja kita sudah tidak nyaman, itu adalah hal biasa, sebab yang kita temui di dunia ini adalah hal duniawi yang tidak akan bisa membuat kita puas. Tetapi janji Tuhan kepada anak-anak-Nya yang percaya adalah, semua hal akan ditambahkan kepada kita bila kita memang mau bersandar kepada-Nya.

Matius 6:33-34
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Ada sebuah ilustrasi mengenai olahraga Catur. Olahraga ini memang harus mengandalkan kemampuan berpikir dalam memprediksi dan membaca gerakan lawan untuk mempersiapkan langkah kita selanjutnya. Seringkali dalam pertandingan catur tingkat dunia, kita yang pemula dalam hal ini akan susah memprediksi bagaimana hasil akhirnya. Saat satu sisi terlihat tertekan, tiba-tiba dalam suatu moment ternyata dia sudah memiliki jebakan untuk lawannya dan akhirnya memenangkan pertandingan tersebut. Setiap master catur dunia memiliki penjaga yang sudah mereka siapkan untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang terjadi, maka dari itu mustahil bagi pemain pemula untuk menggagalkan rencananya. Begitu juga dengan Tuhan kita. Kita yang tidak mengerti apa-apa tentang masa depan, tidak akan mengerti bagaimana cara Tuhan menjaga masa depan kita. Tuhan telah menyiapkan, dan kita hanya bertugas untuk menjalaninya bersama dengan-Nya.


"Tuhan tidak pernah salah langkah dalam perencanaan masa depan kita"

Selasa, 05 Agustus 2014

Money Game



Apa yang dimaksud money game? Dari arti katanya saja, kita mendapatkan arti bahwa money game adalah permainan uang. Dari berbagai sumber, money game memiliki sistem dengan berkedok investasi, arisan, dan piramida. Dan intinya adalah para member yang join akan mendapatkan "profit" yang menggiurkan. Kali ini saya akan membahas mengenai money game dari sudut persepsi Kristen, dengan tidak menyudutkan brand apapun.

Bila saya ditanya apakah mendapatkan profit yang menggiurkan itu salah atau tidak, jawaban saya adalah tidak, asalkan profit itu memang didapatkan dari sumber yang jelas. Tuhan tidak pernah melarang kita untuk memperoleh profit yang besar, sebab Tuhan memberikan kita kemampuan untuk mengelola talenta kita agar menjadi lebih berguna. 

Money game sebenarnya hanyalah system untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan menjanjikan keuntungan yang besar terhadap pembelinya. Money game tidak akan bisa berhenti selama masih banyak orang yang rakus akan uang. Sebab money game hanya memutar-mutar uang dari member baru untuk dijadikan bunga bagi yang member yang sudah join sebelumnya. Maka dari itu, menurut saya money game sepenuhnya tidak benar, sebab modal dari perusahaan ini berdiri adalah ketamakan orang akan uang.

Tentu saja di dunia ini tidak ada satupun perusahaan yang mengaku bahwa perusahaannya menggunakan system money game. Sebab bila ada yang mengaku seperti itu, tentu saja perusahaan tersebut akan dihina, dituntut, bahkan mungkin akan ditutup. Maka dari itu hendaklah kita berpikiran dewasa saat kita memang mau mengelola keuangan kita. 

Yang paling penting adalah, jangan menjadikan uang sebagai tujuan utama, sebab yang dinamakan money game pasti akan memberi bunga atau imbalan yang sangat besar, maka saat uang adalah tujuan utama kita, bisa dipastikan kita tidak akan pernah lepas dari keinginan untuk join di money game tersebut. 

1 Timotius 6:10
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Lalu yang juga harus kita perhatikan adalah bagaimanakah uang kita dikelola oleh perusahaan tersebut, apakah uang kita dikelola secara benar atau salah. Kita harus benar-benar mengawasi uang kita, agar uang kita memang dikelola secara benar.

Amsal 27:23
Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu.

Dan juga dari manakah bunga atau imbalan yang kita dapat tersebut, apakah memang uang kita dikembangkan atau justru ada cara-cara lain yang tidak benar. Utamakanlah Tuhan dalam segala hal, dan selalu pandang segala hal melalui perspektif Tuhan, maka kita tidak akan pernah kekurangan.

Lukas 12:21
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Saya bukanlah ahli dalam bidang ini, maka dari itu saya tidak akan menyalahkan siapapun yang berpendapat berbeda, namun sebagai orang percaya hendaklah kita melandaskan semuanya kepada Tuhan. Biarlah segala pekerjaan kita memiliki dampak yang baik bagi diri kita dan orang lain. Janganlah karena adanya pekerjaan kita, maka ada orang lain yang dirugikan. Biarlah dengan meningkatnya tingkat ekonomi kita, maka orang lain pun juga mengalami hal yang sama, sebab itulah yang akan mendatangkan berkat.

Amsal 28:20
Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.
Amsal 13:11
Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

Firman Tuhan banyak sekali membahas mengenai harta, dan mayoritas selalu dikaitkan mengenai ketamakan. Memang ketamakan adalah salah satu wujud hawa nafsu yang susah dihindari, namun dengan mengenakan perlengkapan Allah, pasti kita mampu melawannya.

Lukas 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Artikel ini saya tulis bukan dengan tujuan menghakimi atau menuduh perusahaan investasi adalah money game, sebab masih banyak perusahaan investasi yang baik dan didukung oleh gereja dan juga negara. Dengan pembahasan ini saya hanya mengajak kita untuk memilih dengan bijak bagaimana cara kita mengelola uang kita dengan berlandaskan iman kita pada Tuhan Yesus.

"Bijaklah dalam mengelola uang, sebab uang kita adalah titipan Tuhan"

Rabu, 16 Juli 2014

Kesatuan dalam Keragaman Kristen



Amanat agung Tuhan Yesus adalah menjadikan semua bangsa murid-Nya, yang berarti bahwa kita harus mampu menyebarkan Injil agar semua orang mengenal Kristus. Sudah banyak sekali pergerakan dari orang Kristen dalam mewujudkan hal ini, banyak sekali misionaris dari berbagai negara melakukan oenginjilan hingga ke pelosok-pelosok dunia.

Namun saat memikirkan hal ini, saya melihat kenyataan yang berbeda terjadi di dalam kalangan orang percaya sendiri. Dalam Kristen sendiri, secara tidak langsung sudah terjadi perpecahan antara beberapa denominasi gereja. Banyak terjadi perebutan jemaat, menyalahkan doktrin yang berbeda antar gereja, dan merasa bahwa gerejanya yang paling benar. Sungguh miris sekali melihat fakta ini, bahwa di tengah banyaknya misionaris yang melakukan pelayanan, ternyata di dalam kehidupan antar gereja sendiri terjadi permasalahan yang klasik.

Dalam artikel ini, saya tidak akan menyalahkan denominasi atau gereja tertentu, sebab saat ada perselisihan, yang bersalah adalah keduanya. Dari pandangan saya, hal ini kebanyakan terjadi karena terdapat sekelompok jemaat dari setiap gereja yang memiliki pengetahuan sempit dan terlalu fanatik. Banyak orang yang tidak berpikiran terbuka tentang pengajaran dari denominasi lain.

Dewasa ini memang orang Kristen semakin berkembang, tetapi banyak juga yang semakin kecewa dan sakit hati dengan Kristen. Dari pengalaman yang saya ketahui, banyak jemaat yang radikal (kebanyakan anak muda) yang terkesan "memaksa" orang lain untuk menjadi Kristen, bahkan yang ditarget bukanlah orang non Kristen, tetapi justru orang Kristen dari gereja yang berbeda. Hal ini menurut saya sudah merupakan sesuatu yang salah. Selain itu, banyak juga terjadi perdebatan yang tidak perlu antar gereja, terutama tentang doktrin-doktrin yang tidak sama. Tidak hanya doktrin yang diperdebatkan, namun juga lagu, penyembahan, liturgi, dan para pemimpin gereja. Sebenarnya yang diperdebatkan tidak ada yang salah, justru yang memperdebatkanlah yang tidak mengerti apa-apa.

Hal ini adalah permasalahan klasik yang sudah terjadi pada zaman Paulus di Korintus. Terjadi perpecahan antar jemaat yang memilih menjadi golongan Paulus dan golongan Apolos.

1 Korintus 1:12
Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

1 Korintus 1:23a
tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan:

Paulus mengatakan bahwa "kami" yang berarti Paulus dan Apolos sama-sama memberitakan Kristus. Namun karena adanya sifat fanatik dari jemaat yang merasa pengajaran Paulus lebih baik dan juga jemaat lain yang merasa pengajaran Apolos lebih baik, maka saat itu jemaat terpecah-pecah. Paulus yang mengetahui hal ini menegur para jemaat tersebut.

Yang terpenting dalam setiap pengajaran Kristen adalah, apakah gereja atau denominasi tersebut berdasarkan pada Kristus atau tidak. Mungkin memang banyak manifestasi yang terjadi dalam perkembangan jaman ini, namun bila memang didasari oleh hal yang benar, tujuannya pun pasti akan benar. Saya percaya bahwa Kristen akan selalu ada dan berkembang, maka dari itu, hendaklah sebagai umat Kristus, kita harus lebih dewasa dalam melihat keadaan yang terjadi, khususnya di dalam tubuh Kristus sendiri.

Efesus 2:22
Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Masing-masing dari kita adalah tempat kediaman Allah. Maka janganlah terpengaruh oleh perbedaan-perbedaan doktrin antar gereja. Sebab kita tahu bahwa Roh Kudus yang akan bekerja dalam hati kita, dan kita secara pribadi akan menjadi tempat kediaman Allah. Tetapi bukan berarti kita tidak perlu ke gereja, sebab gereja adalah tempat kita bertumbuh bersama komunitas Kristus.

Beberapa hari yang lalu, saya juga mendengar dari seorang pendeta yang mengatakan di depan jemaatnya bahwa beliau menyukai lagu-lagu rohani dari denominasi yang berbeda dari gerejanya. Hal ini tidak aneh bagi saya, sebab seperti inilah yang seharusnya terjadi.

1 Korintus 1:10
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Mari kita berkaca pada diri kita sendiri, apakah selama ini permasalahan ini menjadi penghambat penyebaran dan pertumbuhan Kristen? Haruslah kita sehati dan sepikir menjadi satu demi amanat agung Tuhan Yesus.

Bila kita mau obyektif, tidak akan ada gereja yang mampu menyesuaikan diri dengan kita. Pasti terdapat kekurangan-kekurangan yang akan menjadi pergumulan kita. Maka dari itu, haruslah kita bersikap dewasa dalam Kristus dan kitalah yang menyesuaikan diri dengan gereja kita.

"Kasih Kristus menciptakan kesatuan di tengah keragaman."

Selasa, 15 Juli 2014

Bersukacita



Bersukacita dalam keadaan apapun. Itu adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang menolak untuk memiliki sukacita dalam hidupnya. Namun hal ini tidaklah mudah, sebab banyak sekali gangguan, godaan, dan keadaan yang akan selalu mengganggu sukacita kita.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, sukacita memiliki arti suka hati, girang hati, dan kegirangan. Sukacita melibatkan hati, yang berarti bahwa sukacita tidak dapat dibohongi dari penampakan luar saja, namun berasal dari dalam hari.

Sukacita adalah pilihan kita. Sebab dalam keadaan apapun, sebenarnya kita bisa memilih untuk tetap bersukacita. Perintah Tuhan kepada umat-Nya adalah bersukacitalah di dalam Tuhan. Dunia memang akan selalu menghalangi sukacita kita dalam Tuhan, sebab kita memang masih diselimuti oleh daging. Tetapi dengan adanya iman kita di dalam Tuhan, dan kita tahu bahwa semua keadaan adalah atas ijin Tuhan, maka sudah seharusnya kita mampu bersukacita.

Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Sukacita yang benar akan selalu melibatkan iman kita pada Tuhan, dan hal tersebut akan menjadi sukacita yang abadi. Sukacita dalam Tuhan akan membuat kita memiliki kekuatan Roh dalam kondisi apapun. Di dalam kondisi yang menyakitkan dan tidak menyenangkan sekalipun, kita akan mampu bersukacita, sebab kita menjalaninya bersama dengan Tuhan.

Berikut saya mendapatkan beberapa referensi dari blog lain yang membahas mengenai sukacita yang dialami Paulus di dalam pelayanannya di Filipi.

1. Sukacita dalam doa ( Filipi 1:4)
Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

2. Sukacita dalam memberitakan Injil Kristus (Filipi 1:18)
Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

3. Sukacita dalam iman ( Filipi 1:25)
Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,

4. Sukacita persahabatan (Filipi 2:28-29)
Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.

5. Sukacita dalam kasih dan kesatuan (Filipi 2:14)
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

6. Sukacita dalam pengharapan (Filipi 2:16)
sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

7. Sukacita dalam pengorbanan (Filipi 2:17-18)
Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

8. Sukacita atas berkat Tuhan (Filipi 4:10-11)
Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.

Untuk mengakhiri artikel ini, ada sebuah kisah nyata dari seorang yang bernama Fanny Crosby. Dia adalah seorang anak perempuan normal ketika lahir, dan kemudian menjadi buta saat umurnya 6 minggu karena suatu penyakit hingga dia meninggal di usia 94 tahun. Crosby tidak kehilangan semangat dalam hidupnya walaupun penglihatannya telah diambil. Justru sukacitanya semakin meningkat, dan dia menuangkannya dalam puisi pada umur 8 tahun. Sejak itu, Crosby menjadi seorang penulis puisi dan lagu Kristen. Dan hingga saat ini karyanya masih banyak terdengar di gereja-gereja di dunia.

Sukacita dalam Tuhan mampu mengubah hal yang biasa menjadi luar biasa. Hidup kita tidak akan pernah hambar bila ada sukacita. Seperti kisah Crosby, kita dapat mensyukuri segala keadaan hidup kita dan menjalaninya dengan sukacita. Dan yang pasti adalah, sukacita kita di dalam Tuhan terjadi karena nama kita sudah terdaftar di sorga.

Lukas 10:20
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

"Sukacita itu gratis, mengapa kita tidak memilih untuk bersukacita???"

Kamis, 26 Juni 2014

Kasih



Pada saat saya masih kecil dan mengikuti Sekolah Minggu, kakak pembimbing saya pernah mengatakan bahwa inti dari Alkitab hanya ada satu, yaitu KASIH. Saat penciptaan, Allah Bapa menunjukkan kasih-Nya atas segala ciptaan, termasuk manusia. Saat manusia jatuh ke dalam dosa, kasih tetap dicurahkan dengan memelihara manusia. Pembebasan umat Israel dan memberikan tanah perjanjian juga wujud kasih Bapa. Setelah itu, Bapa juga memberikan orang-orang pilihan atau nabi untuk selalu mengingatkan kasih Allah pada manusia. Dan hingga pada zaman Perjanjian Baru, Bapa mengutus anak-Nya, Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Dan setelah naik ke Surga, Roh Kudus tetap dicurahkan untuk mendampingi dan mewujudkan kasih-Nya pada manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu akan sangat menyenangkan bila setiap orang memiliki kasih. Dalam kehidupan yang saling mengasihi, tentu tidak akan ada permusuhan, pertengkaran, dan hal-hal yang negatif. Seperti itulah seharusnya kehidupan orang percaya, sebab Allah telah menyatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya harus memiliki kasih, sebab Allah sendiri adalah kasih.

1 Yohanes 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

1 Yohanes 4:16
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Setiap orang yang mengaku percaya dan mengenal Allah tentu harus tinggal di dalam Allah dan mau mengundang Allah agar tinggal di dalam kita juga. Dengan adanya hadirat-Nya dalam hidup kita, kasih akan selalu terpanxar dari kehidupan kita. Hemdaklah semakin hari, kita semakin serupa dengan Allah.

Dengan menjadi serupa dengan Allah, sifat-sifat dari kasih akan kita miliki juga. Paulus menyampaikan pengertian kasih kepada jemaat di Korintus, bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, sopan, bersukacita karena kebenaran, dan lain-lain.

1 Korintus 13:4-7
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih bukanlah hal yang hanya kita wujudkan kepada orang-orang yang kita kenal, namun seharusnya kita mewujudkan kasih kepasa semua orang, bahkan kepada musuh kita sekalipun. Tuhan Yesus juga pernah mengungkapkan mengenai hal yang serupa, bahwa berbuat baik kepada orang yang baik dengan kita merupakan hal yang wajar. Memberikan bantuan dengan mengharapkan imbalan pun juga demikian, sebab apakah jasa kita bila melakukan hal seperti itu. Tuhan Yesus menghendaki agar kita mendoakan, mengasihi, membantu, dan memberkati musuh kita, sebab itulah yang juga dilakukan Tuhan Yesus kepada musuh-musuh-Nya.

Lukas 6:35
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Lukas 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Segala yang kita lakukan tentang kasih sudah dicontohkan oleh Bapa, maka dari itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengasihi. Yang harus kita pegang sebagai orang percaya adalah, bila kita hidup di dalam hadirat Tuhan, maka haruslah kasih terwujud dalam hidup kita. Bila kasih itu tidak muncul dari hidup kita, maka kita harus memeriksa iman kita sekali lagi, apakah kita sudah serupa dengan-Nya atau masih ada hal yang menghalangi kesungguhan iman kita.

Paulus sekali lagi membuat pernyataan mengenai kasih, dia menyebutkan bahwa kasih harus dimiliki setiap orang, sebab dasar dari segala yang baik adalah KASIH. Tanpa kasih segala pernuatan baik kita percuma, tanpa kasih iman kita juga tidak dapat berkembang, dan tampa kasih pengharapan kita akan hampa.

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Hiduplah penuh kasih, sebab Allah adalah kasih. 

"Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah wajar, 
namun mengasihi musuh kita adalah mulia"