Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 07 Januari 2015

Suara Hati Nurani



Banyak pendapat orang mengenai suara hati. Bahkan ada yang beranggapan suara hati hanyalah akal-akalan setiap orang untuk dibenarkan perilakunya. Memang suara hati tidak bisa dibuktikan kepada orang lain, sebab memang hanya diri kita sendiri yang mampu mendengar dan merasakannya.

Bila kita melihat dari sisi Firman Tuhan, ternyata suara hati nurani pernah dibahas oleh Paulus. Menurutnya, suara hati akan bersaksi demi kebenaran dan akan terjadi saling tuduh atau saling bela terhadap pikiran kita. Hal ini seringkali diilustrasikan dalam film kartun dimana terdapat malaikat dan iblis yang saling mempengaruhi pikiran kita saat kita sedang galau. Ternyata hal ini memang akan dialami bila hati nurani kita tidak sreg dengan pikiran dan keputusan kita.

Roma 2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Hati nurani yang murni memang berasal dari Tuhan, dan kita wajib menjaga kemurnian hati kita dengan tidak mengotorinya. Hati nurani selalu berusaha mengingatkan kita bagaimana cara kita berperilaku, berbicara, beribadah, bahkan hanya berpikir sekalipun. Tuhan akan selalu bekerja dalam setiap orang melalui hati yang murni.

Paulus juga menyadari hal ini, maka dari itu dia selalu menjaga hidupnya dengan hal yang sesuai dengan kehendak hati nuraninya. 

Kisah Para Rasul 24:16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Menjaga kemurnian hati nurani memang tidak mudah. Mungkin bila di hadapan manusia, kita bisa menutupinya, namun Paulus mengatakan bahwa menjaga kemurnian hati juga harus dilakukan di hadapan Tuhan. Tidak akan ada dosa yang dapat ditutupi dari Tuhan, sebab Dia lah yang selalu berada di dalam hati kita.

Sebenarnya bila kita menutupi dosa, kita telah menipu diri kita sendiri, dan itu tidak akan membangun kehidupan kita ke arah yang lebih baik. Sebab sesungguhnya kita sudah tahu kejelekan kita, hanya saja kita tidak mau mengakuinya. Hati nurani kita akan terus bergejolak dan akan memberontak kepada kita untuk segera mengakuinya, khususnya di hadapan Tuhan. 

Yusuke Katayama, seorang penjahat IT, yang telah menggemparkan Jepang dengan menyebarkan virus. Pada Mei 2014 kemarin Katayama mengakui kesalahannya dan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Padahal sebelumnya polisi Jepang sudah sempat menangkap beberapa tersangka, termasuk dirinya, dan semuanya dilepaskan karena tidak terbukti bersalah. Dalam hal inilah hati nurani mulai bekerja, Katayama bisa saja terus menerus menghindar dan mencari alasan, sebab kejahatan IT adalah kejahatan yang sangat susah dilacak. Namun hati nuraninya berkata berbeda, dan akhirnya dia menuruti suara hatinya untuk mengakui perbuatannya.

Tuhan tidak pernah menutup kesempatan bagi mereka yang mau mengakui kesalahannya dan kembali kepada-Nya. Tuhan akan dengan terbuka mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan kita,

1 Yohanes 1:8-9
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Tuhan memang selalu bekerja dalam hati nurani kita, maka dari itu hendaklah kita selalu menjaga kemurnian hati kita, agar Tuhan betah tinggal di dalam hati kita, dan kitapun juga menjadi peka dengan suara-Nya. Semakin sering kita mengotori hati nurani kita, maka kepekaan kita akan suara hati nurani kita akan semakin hilang.

"jagalah kemurnian hati nurani, sebab disanalah tempat kita menyambut Tuhan kita"