Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 06 Mei 2015

Positive Thinking



Pernah ada seorang rekan berdiskusi dengan saya tentang berpikir untuk masa depan, atau dengan kata lain tentang prasangka. Rekan saya ini berkata bahwa dia selalu berpikir tentang hal terburuk yang akan terjadi, sedangkan saya selalu mengutamakan berpikir positif. Dia berkata bahwa penting untuk mengantisipasi segala hal yang terjadi. Menurutnya bila selalu berpikir positif, kita tidak akan siap bila harus menghadapi kegagalan.

Manakah dari pemikiran tersebut yang benar? Terlalu berpikir positif memang susah diterapkan di dunia modern ini. Mengantisipasi memang perlu dilakukan, meskipun kita sudah berpikir positif, sebab bila tidak, itu sama saja berlaku dengan sembrono.

Ayub 3:25
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Berpikir negatif memiliki banyak hal buruk di dalamnya. Pertama, berpikir negatif hanya merusak diri sendiri, sebab yang ada di pikiran kita hanyalah kegagalan, kesalahan, keburukan, dan sebagainya. Tentu ini tidak sehat bila ada terus menerus dalam pikiran kita. Bahkan banyak orang tua kita juga sering mengatakan bahwa janganlah kita berpikir buruk, nanti akan benar-benar kejadian. Hal ini serupa dengan yang dituliskan dalam kitab Ayub.

1 Korintus 13:7
..., (kasih) percaya segala sesuatu, ... 

Dan yang kedua adalah membuang kesempatan yang datang, baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain. Saat kita dihadapkan dengan kesempatan dan kita tidak mengambilnya karena pikiran-pikiran jelek kita, maka saat itu kita sudah melewatkan kesempatan yang belum tentu akan datang lagi pada hidup kita. Apalagi bila yang dihadapkan kepada kita adalah orang yang harus kita percayai atau tidak, dan kita langsung menolaknya, maka saat itu kita juga sudah menghilangkan kesempatan orang tersebut. Salah satu sifat anak Tuhan adalah memiliki kasih, dan salah satu sifat kasih adalah percaya segala sesuatu.

Positive thinking bagi saya bukanlah pertanyaan tentang penting atau tidak, namun merupakan keharusan, sebab semua yang dihadapkan kepada kita adalah rencana yang sudah Tuhan persiapkan bagi kita. Memang antisipasi selalu perlu kita lakukan, tetapi bukan berarti kita mempersiapkan antisipasi karena kita takut, melainkan karena kita butuh hasil yang lebih baik, Hidup dengan berpikir positif harus disertai dengan hikmat Tuhan, agar kita selalu siap menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan ini.

"Positive thinking akan membuka kesempatan-kesempatan yang hilang"