Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 10 Desember 2014

User's Guide



"User's Guide" adalah buku yang sangat populer di seluruh dunia. Bisa dibilang setiap produk khususnya yang berhubungan dengan elektronik, memiliki sebuah buku panduan atau yang biasa disebut User's Guide. Namun percaya atau tidak, dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan pada keluarga dan teman-teman saya, mayoritas mereka tidak membaca buku tersebut, dan membiarkannya berada dalam kardus product tersebut dan disimpan dalam gudang. Adapun yang membaca buku itu karena sudah mengalami kendala dalam pemakaian. Bahkan ada juga yang sudah mengalami kendala, namun tidak mau membaca buku panduan tersebut, melainkan bertanya pada orang lain yang sebenarnya juga belum tentu benar.

Fenomena ini memang cukup unik, dan hampir pasti terjadi pada kita juga. Seringkali kita merasa bahwa kita tahu segala sesuatu dan tidak perlu ada yang mengajari kita. Mungkin beruntung bila kita tidak menghadapi kendala selama pemakaian normal, namun bisakah kita mengoperasikan keunggulan-keunggulan dari product tersebut bila kita hanya mengandalkan pengetahuan kita yang terbatas? Yang ada justru kita akan mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya.

Buku panduan sebenarnya dibuat agar kita membacanya terlebih dahulu sebelum kita menggunakan product tersebut. Hal ini bertujuan agar kita mampu mengoperasikan segala kemampuan product tersebut secara maksimal, dari step yang paling mudah hingga paling rumit. Buku panduan sudah merancang pembelajaran yang sedemikian rupa agar pengguna product tersebut dapat dengan mudah memahami product tersebut.

Menyadari hal ini, saya juga melihat kehidupan rohani kita. Seringkali kita merasa mengetahui segalanya, dan sering bertindak tanpa bertanya apakah kehendak Tuhan. Kita hanya datang kepada Tuhan ketika ada masalah. Bahkan juga tidak jarang kita lebih menuruti kata-kata orang di sekeliling kita daripada bertanya pada Tuhan. 

Ulangan 4:40
Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Bila kita mengikuti buku panduan rohani kita, Tuhan berjanji akan menjamin keadaan kita menjadi baik, bahkan hingga keturunan kita. Namun hendaknya kita tidak hanya melihat buku panduan setelah kita ada masalah, namun kita harus belajar dan terus belajar untuk mendalami dan mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Bila kita mau melakukannya, maka kita pasti akan mampu meningkatkan kualitas rohani kita. Tuhan Yesus akan memakai kita sebagai alat-Nya untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Dengan mengandalkan Tuhan, kehidupan rohani kita akan terus berbuah, dan berdampak bagi banyak orang. Tuhan akan memberkati kita secara luar biasa. Bahkan kendala dalam kehidupan kita tidak akan menghambat perkembangan rohani kita.

Bila hidup kita hanya biasa-biasa saja, kita sama seperti product yang hanya berfungsi biasa, padahal seharusnya memiliki keunggulan yang tidak dapat kita operasikan.

Rabu, 19 November 2014

Minder



Rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri. Peribahasa ini seringkali kita dengar saat kita sedang membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Memang peribahasa ini banyak benarnya, sebab banyak orang tidak mensyukuri apa yang dimilikinya, namun justru mengingini segala yang tidak dia miliki. Namun pernakah kita berpikir, apakah peribahasa itu juga berlaku dengan orang yang sudah memiliki segala sesuatu dalam hidupnya. Jawabannya adalah berlaku, selama manusia tidak pernah mensyukuri apa yang dimilikinya. Jika benar kejadiannya seperti itu, kenapa kita tidak fokus pada rumput sendiri saja? Pasti ada sekelompok orang yang juga iri terhadap rumput kita.

Banyak orang yang tidak menyadari hal ini akan mengakibatkan seseorang memiliki rasa minder. Memang rasa minder ini akan susah dilawan bila kita tidak mengerti dan mengenal siapa diri kita sebenarnya. Mulai dari bentuk tubuh yang tidak ideal, tingkat ekonomi, status sosial, dll, banyak sekali yang bisa memicu munculnya sifat minder  dalam diri kita.

Secara umum, minder sebenarnya terjadi karena kita tidak tahu siapa diri kita, dan secara khusus kita tidak tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Bapa kita di sorga, lalu buat apa kita minder, kita merupakan ciptaan yang paling mulia. Namun, dibalik semua itu, sebenarnya penyebab lain yang membuat minder adalah dosa. 

Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam Tuhan tidak ada seorangpun yang minder, sebab mereka tahu bahwa mereka sempurna di mata Tuhan. Namun dosa telah menjauhkan manusia dari Tuhan. Kemuliaan Allah yang tinggal dalam hidup kita semakin menjauh dan terhalang oleh dosa, itulah yang membuat kita semakin tidak mengerti siapa diri kita dan apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Kemuliaan Bapa kita yang selalu kita banggakan telah hilang dari diri kita, dan kita merasa tidak memiliki apa-apa.

Kita selalu melihat orang lain dan mendengarkan pendapat orang lain tentang hidup kita, hal ini tidak salah, sebab dapat menjadi bahan evaluasi kita. Namun yang salah adalah jika tidak kita imbangi dengan perkataan Firman Tuhan. Jangan hidup berdasarkan kata orang, namun berdasarkan kata Tuhan.

Sebagai anak Tuhan, kita memang dilarang minder, karena:

Yeremia 1:6
Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.

  • Org minder selalu banyak alasan. Maka jawablah: Yes Lord, i'm ready!!


Yeremia 1:7
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

  • Minder dan iman tidak bisa jalan bersama. Yang harus kita lakukan adalah perintah Tuhan.


Yeremia 1:8
Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

  • Minder selalu ketakutan. Namun percayalah bahwa Tuhan menyertai kita.


Yeremia 1:9-10
Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

  • Orang minder tidak mengerti rencana Allah, padahal Tuhan selalu memberikan kita kekuatan untuk menjalani segala perintah Tuhan.

Alasan-alasan di atas sebenarnya terjadi karena kurangnya kepercayaan kepada Tuhan, padahal diri kita selalu ditopang oleh kekuatan Tuhan. Kita selalu melihat dunia dan kepekaan diri kita akan kehadiran Tuhan semakin samar. Maka dari itu, kunci yang terpenting adalah selalu menyediakan waktu bersekutu dengan Tuhan. Sediakan waktu membaca Firman Tuhan, berdoa, dan selalu ada waktu khusus untuk menjaga keintiman kita dengan Tuhan.


Selalu ada kekuatan, jawaban, dan jalan keluar dari setiap kali kita merenungkannya

Senin, 20 Oktober 2014

Dosa yang tidak disadari



     KUSADARI KINI KU JAUH DARI KASIH-MU
     KUAKUI SEGALA DOSA DAN SALAHKU
     INI AKU DATANG PADA-MU, AMPUNIKU
          DAN KAU ANGKATKU, LUPAKAN DOSAKU
          KAU JADIKANKU SAHABAT KARIB-MU
          KAU PULIHKAN AKU, MENUNTUN LANGKAHKU
          KAU JADIKANKU KEKASIH YANG SANGAT BERHARGA BAGI-MU

Syair di atas adalah sebuah lirik lagu yang berjudul “Berharga BagiMu”. Beberapa hari yang lalu saya mendengarkan lagu ini, dan saya merasa tersentuh dengan lirik lagu ini. Dalam lagu ini dinyanyikan bahwa kita baru menyadari bahwa kita jauh dari Tuhan dan banyak sekali dosa yang kita lakukan. Namun Tuhan tetap mau mengangkat kita dan menjadikan kita sahabat-Nya, sebab kita berharga bagi Dia.

Seringkali kita mengalami hal seperti itu, kita saat teduh setiap hari, berbuat baik pada orang lain, menyumbang fakir miskin, dan lain-lain. Kita merasa sudah melakukan banyak kehendak Tuhan, namun sebenarnya kita tidak sadar bahwa kita telah jauh dari kasih Tuhan.

Mazmur 19:13
Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.

Daud juga menyadari fenomena ini dalam kehidupan manusia. Daud memohon kepada Tuhan untuk menjauhkannya dari dosa dan kesalahan yang sering muncul saat kita tidak sadar. Manusia menmang hanyalah sekumpulan daging yang tidak mungkin bisa lepas sepenuhnya dari dosa, namun dengan pengetahuan dan bimbingan dari Tuhan, tentu dosa itu bisa kita lepas dari hidup kita.

Dosa yang tidak kita sadari secara perlahan akan menggerogoti hubungan kita dengan Tuhan, maka dari itu penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap segala yang kita lakukan.

Kidung Agung 2:15
Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

Yakobus 1:15
Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Mintalah hikmat kepada Tuhan, maka hidup kita akan lebih dekat dengan kasih Tuhan. Hiduplah dengan mengandalkan Tuhan setiap waktu, dan selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan setiap kita mau bertindak. Selalu introspeksi diri setiap saat, maka itu akan membantu kita untuk menghindari dosa yang sering tidak kita sadari.


“Dosa sekecil apapun mendatangkan maut dan itu tidak disukai Tuhan.”

Rabu, 08 Oktober 2014

Tidak Perlu Bertengkar



Yakobus 4:1-10

Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Setiap hari selalu ada saja berita tentang pertengkaran atau perselisihan, dan tidak jarang kita juga terlibat dengan pertengkaran tersebut. Memang tidak selalu berupa pertengkaran yang besar, namun yang namanya pertengkaran, di mata Tuhan tetap sama.

Dalam bacaan Firman Tuhan di atas, disebutkan bahwa pertengkaran pasti berasal dari pemuasan hawa nafsu. Setiap orang yang egois akan hawa nafsu pribadi akan saling memperjuangkan kepuasannya sendiri-sendiri, sehingga menyebabkan terjadinya pertengkaran. Tidak hanya kepuasan pribadi, sekelompok orang yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu juga akan dapat memicu pertengkaran, bahkan dalam skala yang lebih besar, akan menimbulkan perang.

Tuhan tidak pernah mengajarkan pertengkaran dalam menyelesaikan setiap masalah, Tuhan selalu mengajarkan perdamaian, sebab dengan berdamai semua masalah akan ditemukan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak. Hawa nafsu memang egois dan mementingkan diri sendiri, tetapi percuma bila suatu masalah terselesaikan dengan cara yang tidak baik, sebab akan menimbulkan masalah-masalah berikutnya.

Pertengkaran membutuhkan harga yang mahal. Dalam peperangan khususnya, banyak nyawa yang menjadi korban. Memang kelompok yang menang akan bersorak-sorai, namun dibalik semua itu aka nada dukacita yang mendalam bagi orang-orang yang menjadi korban akan kemenangan itu. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sama, pertengkaran akan membutuhkan harga yang mahal untuk dibayar. Persahabatan kita akan hancur, relasi ktia berkurang, bahkan nama baik kita juga dipertaruhkan.

Marilah hidup berdamai dan dengan rendah hati kita mengutamakan solusi bersama untuk menghadapi setiap masalah. Hawa nafsu tidak akan pernah menyeesaikan masalah, yang ada hanyalah membuat sederet masalah yang tidak akan pernah selesai.


“Tidak ada pihak yang benar dalam suatu pertengkaran, yang benar adalah pihak yang dengan rendah hati meminta maaf kepada pihak yang lain.”

Kamis, 02 Oktober 2014

Periksa Nada Bicara kita



Kolose 4:2-6
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Kali ini kita akan membahas sedikit tentang bagaimana cara kita berbicara dalam kehidupan sehari-hari kita. Seringkali terdengar ungkapan “mulutmu harimaumu”, yang berarti bahwa mulut kita bisa mendatangkan celaka. Mulut dipercaya memiliki kuasa yang mampu mendatangkan hal-hal besar. Namun bila kita melihat sebaliknya, berarti mulut kita juga mampu menjadi berkat bagi orang lain. Dalam Kolose 4:6, Paulus menuliskan bahwa kata-kata kita haruslah penuh dengan kasih, sehingga tidak hambar, maka kita akan mengerti bagaimana cara berbincang-bincang yang baik dengan orang lain.

Mulut memang sering menjadi sumber dari segala masalah, khususnya nada bicara yang selalu menyebabkan banyaknya salah paham. Di suatu saat kita pasti akan mengucapkan kata-kata dengan nada-nada yang berbeda, tentu saja nada bicara itu akan dapat kita kontrol saat kita dalam keadaan tenang. Namun pada saat tertentu, kita biasanya akan keceplosan untuk berbicara dengan nada-nada yang tidak enak didengar. Hal ini seringkali membuat orang lain sakit hati, dan menilai diri kita beda dari keadaan kita yang seharusnya. Memang sepintas tidak menjadi masalah berarti bagi kita, tetapi bagaimana bila kita sebagai orang Kristen sering melakukan hal ini, tentu saja yang terkena masalah adalah nilai-nilai Kristen kita.

Terdapat sebuah ilustrasi mengenai seorang pemimpin perusahaan yang sedang memotivasi 2 orang karyawannya melalui SMS. Dalam pesan singkatnya, kurang lebih berbunyi  demikian, “Saat ini sudah akhir bulan, targetmu masih belum tercapai. Masih ada waktu, kamu masih bisa tambah orderan.” Karyawan pertama yang menerima pesan singkat ini merasa semakin tertekan, sebab saat itu dia merasa atasannya menagih targetnya. Namun berbeda dengan karyawan yang kedua. Justru karyawan kedua semakin termotivasi, sebab dia berpikir bahwa atasannya sedang memberi semangat kepada dirinya karena sudah hampir mencapai target.

Memang dalam ilustrasi tersebut sang pemimpin hanya berkata-kata melalui tulisan, sehingga tidak ada nada bicara yang terdengar oleh kedua orang karyawannya itu. Tetapi melalui hal ini kita dapat melihat bahwa keadaan orang lain bisa berbeda saat menerima berbagai ucapan dari mulut kita. Maka dari itu, sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk menanggapi segala pembicaraan kita dengan penuh kasih, sehingga kita tidak salah saat memberi jawaban pada orang lain.

Sebagai orang Kristen, hendaklah kita memiliki cara berbicara yang berbeda dengan orang dunia, yaitu dengan adanya kasih dalam setiap ucapan kita. Memang tidak mudah, namun itu bisa kita lakukan, asal kita selalu sadar identitas diri kita sebagai anak Tuhan.


“Setiap ucapan yang keluar dari mulut kita selalu mencerminkan isi hati kita.”

Senin, 29 September 2014

Hidup dalam Kekudusan


Galatia 5:16-21
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Hidup kudus memiliki banyak pengertian di dalam dunia ini. Banyak sekali standard yang dibuat oleh manusia untuk mengartikan arti kekudusan. Namun bila berdasarkan Firman Tuhan, kudus berarti hidup sesuai dengan keinginan Roh, dan tidak akan menuruti keinginan daging.

1 Timotius 4:12
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan pengertian yang mudah dimengerti dalam mengartikan hidup kudus, yaitu:
1.      Moral Purity
Yaitu kemurnian nilai moral di kehidupan kita. Nilai moral ini meliputi pengendalian hawa nafsu (umumnya dalam hal seksual), kejujuran (umumnya dalam keuangan), dan komitmen dalam hidup pribadi dengan Tuhan.
2.      Self Identity
Kita harus memiliki identitas diri sebagai milik Tuhan. Hidup kita bukanlah milik kita sendiri, maka kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Hidup harus menjadi teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, perbuatan, kasih, dan dalam kekudusan.

Hidup kudus bukanlah hal yang mudah, seringkali terdengar kesaksian mengenai orang-orang yang jatuh saat mencoba untuk hidup kudus. Kebanyakan orang akhirnya jatuh pada saat muncul godaan di saat kehidupan pribadinya dengan Tuhan sudah jenuh. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, jenuh berarti bosan karena melakukan pekerjaan berulang-ulang dalam waktu yang lama. Hal ini salah, sebab itu berarti banyak orang menganggap hidup kudus adalah pekerjaan atau kewajiban agama, padahal seharusnya hidup kudus dilakukan karena kita sadar akan identitas kita sebagai milik Tuhan.

1 Petrus 2:9-10
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Bagaimana kita bisa hidup kudus, bila kita tidak sadar Tuhan ada dalam hidup kita? Bagaimana kita bisa hidup kudus bila kita tidak sadar kalau Tuhan mencintai kita dan kita mencintai Tuhan? Bagaimana kita bisa hidup kudus apabila kita tidak tahu bahwa hidup ini bukanlah milik kita?

Untuk hidup kudus, kita harus mau menyangkal diri sendiri, sebab diri kita adalah daging, dan itu bertentangan dengan Roh. Lalu kita juga harus mengenal Tuhan dan kasih-Nya dalam hidup kita, maka dari itu selalu mendekatlah pada Tuhan. Dan yang terakhir kita harus menyerahkan hak-hak kita ke dalam Tuhan, yaitu dengan menyandarkan seluruh hidup kita kepada-Nya.


“Kudus memang menyiksa kedagingan kita, tetapi memuaskan kebatinan kita”

Jumat, 26 September 2014

Kisah Dua Tongkat



Hakim-hakim 3:31
Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.
Keluaran 4:17
Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat."

Tongkat adalah suatu barang biasa yang bisa kita dapatkan di mana saja, bahkan tidak sedikit tongkat yang dibuang-buang oleh pemiliknya. Namun dalam Firman Tuhan pernah dikisahkan tentang dua tongkat yang tercatat menjadi alat yang sangat berguna.

Tongkat Musa yang digunakan untuk melakukan banyak sekali mujizat untuk membebaskan bangsa Israel dari jajahan bangsa Mesir, menjadi sangat berguna karena Tuhan menyertai Musa. Tuhan memakai tongkat yang selama ini hanya berguna untuk menggembalakan domba, menjadi alat yang sangat berharga bagi bangsa Israel. Di lain kisah, terdapat seseorang bernama Samgar yang menggunakan tongkat juga untuk berperang melawan 600 orang Filistin. Tongkat penghalau lembu diberkati Tuhan dan menjadi senjata untuk mengalahkan banyak tentara Filistin.

Bila kita mencari di kehidupan kita sendiri, sebenarnya banyak sekali hal-hal kecil yang menjadi luar biasa karena kuasa Tuhan. Logika tidak akan mampu menjelaskan kuasa Tuhan. Tongkat yang dipandang sebelah mata oleh banyak orang, dapat berubah menjadi barang yang sangat berharga bila Tuhan berkehendak.

Berapa banyak dalam hal kecil yang kita anggap tidak berguna di kehidupan kita? Jangan pernah sia-siakan yang kita miiki, baik itu harta benda, kelebihan dan kekurangan kita, bahkan orang-orang di sekitar kita. Persembahkanlah kepada Tuhan segala sesuatu dalam hidupmu, maka Tuhan akan bekerja melalui hal-hal kecil itu untuk menjadikan hidup kita luar biasa.

Tugas kita adalah mengerjakan seluruh bagian kita dengan berserah kepada Tuhan seperti Musa dan Samgar. Tuhanlah yang akan memberikan tongkat-tongkat lain kepada kita untuk menghasilkan karya Tuhan yang sempurna.

Yang sedikit menjadi banyak, ketika Tuhan ada di dalamnya”

Senin, 01 September 2014

Kejadianku Ajaib dan Dahsyat



Mazmur 139:1-14
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. 
TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. 
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. 
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Pujian dan ucapan syukur yang sangat indah dari seorang Daud yang begitu mengagungkan Tuhan. Tuhan begitu dipuja dalam kehidupannya. Tentu saja hal ini tidak terjadi begitu saja, namun karena Daud memang sudah merasakan berkat yang luar biasa dalam kehidupannya. Dalam Mazmur 139:14, Daud menyebutkan bahwa kejadian yang terjadi dalam hidupnya begitu dahsyat dan ajaib, dan yang terpenting adalah jiwanya pun menyadari bahwa keajaiban itu berasal dari Tuhan.

Banyak dari kita yang sering merasa bahwa banyak orang yang lebih hebat dari diri kita sendiri. Pasti akhirnya kita akan menemukan kehebatan orang lain yang seringkali tidak kita miliki. Itu adalah hal yang wajar, sebab kita diciptakan menjadi diri kita sendiri, bukan diri orang lain. Namun pernakah anda berpikir, bahwa juga banyak orang yang iri terhadap kehidupan anda? Berapa banyak orang yang ingin menjadi seperti anda? Mengapa kita tidak bersyukur seperti Daud yang begitu memuji Tuhan sebab segala yang sudah terjadi dalam hidupnya.

Tuhan membuat kita sempurna, dan tidak ada yang dapat menyamai kita. Kejadian dalam hidup kita begitu ajaib dan dahsyat. Tuhan menyusun kita dari komponen-komponen kecil dan begitu detail dari hal sekecil apapun. Mulai dari sel-sel kecil hingga membentuk tubuh kita sedemikian rupa. Bahkan manusia yang kembar identik pun memiliki DNA yang berbeda satu sama lain. Maka dari itu, jangan pernah berusaha menjadi orang lain, sebab anda tidak akan bisa menjadi orang lain bagaimanapun kuatnya anda berusaha. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi diri kita sendiri.

"Diri kita adalah karya terbaik Tuhan, tidak akan ada diri kita yang lebih indah di dunia ini."

Jumat, 22 Agustus 2014

Orang Kudus



Banyak orang menanyakan, seperti apa orang kudus sebenarnya? Banyak sekali pendapat yang berbeda-beda dan pandangan antara sesama manusia yang seringkali rancu dan tidak memiliki dasar yang kuat.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan Firman Tuhan mengenai pandangan alkitab tentang ciri-ciri orang kudus.

1. Kudus adalah berkat rohani dari Allah Bapa kita sejak sebelum kita dijadikan. Orang yang disebut kudus adalah orang yang memiliki kesatuan rohani dengan Kristus. (Efesus 1:3-6)
2. Orang kudus adalah orang yang secara pribadi percaya kepada Kristus dalam hati nurani mereka. (Roma 8:27)
3. Orang kudus adalah mereka yang tergabung dalam perkumpulan orang percaya atau yang sering kita sebut dengan gereja. (Kisah Para Rasul 9:32)
4. Orang-orang yang dimuliakan di tempat dimana mereka berada. (Mazmur 16:3)

Untuk mendapat predikat orang-orang kudus, tentu saja tidak bisa begitu saja. Alkitab juga mencatat bagaimanakah perbuatan-perbuatan orang kudus. 

- Efesus 5:3-4
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
Orang kudus jauh dari sifat percabulan, keserakahan, dan perkataan kotor.

- Roma 16:2
supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.
Orang kudus memiliki sifat saling membantu dan melayani sesamanya.

- Efesus 4:1-3
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
Orang kudus selalu rendah hati, lemah lembut, sabar, kasih, dan memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.

- Wahyu 13:10
Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.
Orang kudus tabah dalam menjalani setiap jalan yang sudah disediakan baginya.

- Wahyu 14:12
Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
Orang kudus selalu tekun dan taat terhadap perintah Tuhan dan selalu beriman pada Kristus.

Tidak mudah menjadi orang kudus, namun itulah tujuan kita sebagai orang percaya. Kita diajdikan Bapa kita serupa dengan gambar-Nya yang adalah kudus dan tidak bercela. Maka dari itu selayaknyalah kita jangan terpengaruh oleh dunia dan menjadi cemar, melainkan kita menguduskan diri kita agar semakin serupa dengan-Nya. Namun menguduskan diri bukan berarti kita menjauh dari sesama kita yang belum percaya, melainkan menjadi berkat dan pengaruh positif bagi mereka yang belum percaya.

Orang kudus tidak akan terpengaruh oleh kegelapan dunia. Sedangkan orang berdosa akan selalu berada dalam kegelapan yang semakin hari semakin dalam bila kita tidak mau menolong mereka.

Amsal 4:18-19
Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

"Orang kudus tidak akan menjadi cemar, melainkan menguduskan dunia yang cemar."

Rabu, 13 Agustus 2014

Tuhan (sebenarnya) Tidak Punya Kewajiban



Ada seorang penjual alat elektronika, dia menerima pesanan untuk pembuatan segala macam elektronika. Lalu ada seorang pembeli yang memesan untuk dibuatkan TV. akhirnya dengan biaya tertentu, terjadilah transaksi di antara keduanya. Lalu di lain pihak, sang penjual ini sedang berkunjung ke rumah temannya, dia melihat bahwa TV di rumah temannya ini sudah kuno, akhirnya dia berinisiatif untuk memberikan TV kepada temannya ini secara cuma-cuma. Singkat cerita, maka TV buatan penjual alat elektronika ini dipakai oleh kedua orang tersebut dengan sangat berhati-hati dan dirawat dengan baik, karena mereka menyayangi TV tersebut.

Setelah lewat beberapa bulan, tiba-tiba terjadi trouble pada TV kedua orang ini. Tentu saja sang pembeli marah dan melakukan protes kepada sang penjual. Dia meminta garansi, tanggung jawab, ganti baru, dan sebagainya. Tentu saja pembeli ini marah, sebab dia merasa sudah membayar dengan biaya yang sesuai dan juga sudah merawatnya, namun kualitasnya tidak sebagus yang dia harapkan. Tetapi di sisi lain, teman dari penjual ini mengalami hal yang sama, dia kecewa karena TV nya tiba-tiba trouble. Namun sikap berbeda ditunjukkan oleh temannya ini, dia hanya meminta tolong pada sang penjual untuk melihat permasalahan pada TV nya, dan dia hanya berharap agar temannya mampu memperbaikinya. Hal ini disebabkan karena temannya ini merasa tidak memiliki hak untuk meminta garansi.

Dari cerita singkat di atas, sebenarnya ada yang menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan. Kita menerima kehidupan, penebusan, dan jaminan hidup yang penuh pengharapan secara cuma-cuma dari Tuhan. Jadi seharusnya kita memiliki hubungan seperti seorang penjual tersebut kepada temannya. Namun yang seringkali terjadi justru sebaliknya, saat ada suatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, kita justru protes, minta garansi keadaan yang lebih baik kepada Tuhan. Sebab kita merasa sudah melakukan kebaikan dan sudah melakukan kehendak Tuhan, namun masih mendapat hal yang buruk.

Melihat hal ini, seakan-akan kita merasa bahwa Tuhan memiliki kewajiban untuk menjamin kehidupan yang layak, padahal kita dari awal Tuhan memberikannya kepada kita secara cuma-cuma. Maka bila dilihat dari hubungan penjual-pembeli, justru kita hanya bisa berterima kasih dan bersyukur, sebab kita tidak memiliki hak untuk protes dan meminta garansi. Namun Tuhan bukanlah penjual yang seperti umumnya ada di dunia ini. Meskipun Tuhan memberikan kehidupan secara cuma-cuma, namun Dia tetap totalitas dan menjamin kehidupan kita asalkan kita mau hidup dengan iman.

Efesus 2:8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Janji Tuhan pasti akan ditepati, kasih karunia akan selalu hadir dalam hidup setiap orang beriman. Hiduplah oleh iman percaya kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjamin kehidupanmu.

"Tuhan tidak berkewajiban membalas kebaikan dan kereligiusan kita, semua adalah kasih karunia-Nya"

Selasa, 12 Agustus 2014

Life Guard



Penjaga adalah suatu pekerjaan yang mendatangkan keamanan. Banyak sekali jenis profesi penjaga di dunia ini, mulai dari penjaga toko, penjaga sekolah, satpam, hingga penjaga gawang sekalipun. Tugas mereka adalah mengamankan obyek yang mereka jaga. Namun bagaimana bila obyek yang dijaga tidak memiliki bentuk fisik, dalam hal ini kita akan membahas mengenai penjaga masa depan kita. Siapa yang mampu mengamankan masa depan kita?

Pada dasarnya masa depan bukanlah hal yang dapat kita ketahui, maka dari itu kita hanya bisa menyerahkan keamanan masa depan kita pada yang ahli dalam hal ini, tentu saja Tuhan yang mengatur masa depan kita.

Wahyu 22:13
Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

Tuhan tidaklah terbatas oleh ruang dan waktu, Dia ada di mana saja dan kapan saja. Segala yang terjadi di masa lalu, masa kini, dan masa depan sudah ada di dalam rancangan-Nya. Sebagai orang percaya tentu kita tahu bahwa rancangan Tuhan terhadap diri kita pasti memiliki tujuan yang baik, yaitu hari depan kita yang penuh harapan. Kita tidak perlu khawatir akan masa depan kita bila kita memang mau menyerahkan hidup kita pada-Nya.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Dalam segala bidang tentu kita harus menyandarkan hidup kita kepada Tuhan. Dalam kehidupan berkeluarga, kita harus selalu mengundang Tuhan hadir di tengah-tengah keluarga kita, maka keluarga kita akan memiliki masa depan yang bahagia dan penuh harapan. Dalam bidang ekonomi, tentu kita juga harus mengundang Tuhan dalam setiap aspek pekerjaan kita. Mulai dari bidang yang kita kerjakan, fasilitas yang kita gunakan, dan setiap orang yang akan menjadi partner kerja kita, entah itu penjual ataupun pembeli. Dengan demikian, tentu pekerjaan kita akan memiliki masa depan yang cerah. Dan dalam kehidupan Gereja, kita juga tetap harus hidup di dalam naungan-Nya. Maka Gereja akan terus berkembang dan berdampak bagi orang di sekitarnya. Dengan melandaskan segala aspek kehidupan kita pada Tuhan, maka segala rencana kita akan diwujudkan oleh Tuhan, tentu saja dengan cara dan jalan yang sudah disiapkan oleh Tuhan, sebab kita sebagai manusia tidak akan mengerti cara terbaik yang dapat kita terima.

Amsal 16:3
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Penjaga masa depan kita telah menjanjikan banyak hal positif dalam kehidupan kita di masa datang. Maka dari itu percayakan dan turuti segala yang Dia mau. Lakukan kehendak-Nya dan jauhi larangan-Nya. Hidup kita sepenuhnya di tangan Tuhan, dan hanya Dia yang mampu mengatur segala yang terjadi dalam hidup kita.

Jangan pernah khawatir mengenai kehidupan kita, mungkin kadang kita merasa keluarga kita tidak sempurna, pekerjaan kita kurang menghasilkan, teman-teman kita tidak mendukung, bahkan gereja kita sudah tidak nyaman, itu adalah hal biasa, sebab yang kita temui di dunia ini adalah hal duniawi yang tidak akan bisa membuat kita puas. Tetapi janji Tuhan kepada anak-anak-Nya yang percaya adalah, semua hal akan ditambahkan kepada kita bila kita memang mau bersandar kepada-Nya.

Matius 6:33-34
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Ada sebuah ilustrasi mengenai olahraga Catur. Olahraga ini memang harus mengandalkan kemampuan berpikir dalam memprediksi dan membaca gerakan lawan untuk mempersiapkan langkah kita selanjutnya. Seringkali dalam pertandingan catur tingkat dunia, kita yang pemula dalam hal ini akan susah memprediksi bagaimana hasil akhirnya. Saat satu sisi terlihat tertekan, tiba-tiba dalam suatu moment ternyata dia sudah memiliki jebakan untuk lawannya dan akhirnya memenangkan pertandingan tersebut. Setiap master catur dunia memiliki penjaga yang sudah mereka siapkan untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang terjadi, maka dari itu mustahil bagi pemain pemula untuk menggagalkan rencananya. Begitu juga dengan Tuhan kita. Kita yang tidak mengerti apa-apa tentang masa depan, tidak akan mengerti bagaimana cara Tuhan menjaga masa depan kita. Tuhan telah menyiapkan, dan kita hanya bertugas untuk menjalaninya bersama dengan-Nya.


"Tuhan tidak pernah salah langkah dalam perencanaan masa depan kita"

Selasa, 05 Agustus 2014

Money Game



Apa yang dimaksud money game? Dari arti katanya saja, kita mendapatkan arti bahwa money game adalah permainan uang. Dari berbagai sumber, money game memiliki sistem dengan berkedok investasi, arisan, dan piramida. Dan intinya adalah para member yang join akan mendapatkan "profit" yang menggiurkan. Kali ini saya akan membahas mengenai money game dari sudut persepsi Kristen, dengan tidak menyudutkan brand apapun.

Bila saya ditanya apakah mendapatkan profit yang menggiurkan itu salah atau tidak, jawaban saya adalah tidak, asalkan profit itu memang didapatkan dari sumber yang jelas. Tuhan tidak pernah melarang kita untuk memperoleh profit yang besar, sebab Tuhan memberikan kita kemampuan untuk mengelola talenta kita agar menjadi lebih berguna. 

Money game sebenarnya hanyalah system untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan menjanjikan keuntungan yang besar terhadap pembelinya. Money game tidak akan bisa berhenti selama masih banyak orang yang rakus akan uang. Sebab money game hanya memutar-mutar uang dari member baru untuk dijadikan bunga bagi yang member yang sudah join sebelumnya. Maka dari itu, menurut saya money game sepenuhnya tidak benar, sebab modal dari perusahaan ini berdiri adalah ketamakan orang akan uang.

Tentu saja di dunia ini tidak ada satupun perusahaan yang mengaku bahwa perusahaannya menggunakan system money game. Sebab bila ada yang mengaku seperti itu, tentu saja perusahaan tersebut akan dihina, dituntut, bahkan mungkin akan ditutup. Maka dari itu hendaklah kita berpikiran dewasa saat kita memang mau mengelola keuangan kita. 

Yang paling penting adalah, jangan menjadikan uang sebagai tujuan utama, sebab yang dinamakan money game pasti akan memberi bunga atau imbalan yang sangat besar, maka saat uang adalah tujuan utama kita, bisa dipastikan kita tidak akan pernah lepas dari keinginan untuk join di money game tersebut. 

1 Timotius 6:10
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Lalu yang juga harus kita perhatikan adalah bagaimanakah uang kita dikelola oleh perusahaan tersebut, apakah uang kita dikelola secara benar atau salah. Kita harus benar-benar mengawasi uang kita, agar uang kita memang dikelola secara benar.

Amsal 27:23
Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu.

Dan juga dari manakah bunga atau imbalan yang kita dapat tersebut, apakah memang uang kita dikembangkan atau justru ada cara-cara lain yang tidak benar. Utamakanlah Tuhan dalam segala hal, dan selalu pandang segala hal melalui perspektif Tuhan, maka kita tidak akan pernah kekurangan.

Lukas 12:21
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Saya bukanlah ahli dalam bidang ini, maka dari itu saya tidak akan menyalahkan siapapun yang berpendapat berbeda, namun sebagai orang percaya hendaklah kita melandaskan semuanya kepada Tuhan. Biarlah segala pekerjaan kita memiliki dampak yang baik bagi diri kita dan orang lain. Janganlah karena adanya pekerjaan kita, maka ada orang lain yang dirugikan. Biarlah dengan meningkatnya tingkat ekonomi kita, maka orang lain pun juga mengalami hal yang sama, sebab itulah yang akan mendatangkan berkat.

Amsal 28:20
Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.
Amsal 13:11
Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

Firman Tuhan banyak sekali membahas mengenai harta, dan mayoritas selalu dikaitkan mengenai ketamakan. Memang ketamakan adalah salah satu wujud hawa nafsu yang susah dihindari, namun dengan mengenakan perlengkapan Allah, pasti kita mampu melawannya.

Lukas 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Artikel ini saya tulis bukan dengan tujuan menghakimi atau menuduh perusahaan investasi adalah money game, sebab masih banyak perusahaan investasi yang baik dan didukung oleh gereja dan juga negara. Dengan pembahasan ini saya hanya mengajak kita untuk memilih dengan bijak bagaimana cara kita mengelola uang kita dengan berlandaskan iman kita pada Tuhan Yesus.

"Bijaklah dalam mengelola uang, sebab uang kita adalah titipan Tuhan"

Rabu, 16 Juli 2014

Kesatuan dalam Keragaman Kristen



Amanat agung Tuhan Yesus adalah menjadikan semua bangsa murid-Nya, yang berarti bahwa kita harus mampu menyebarkan Injil agar semua orang mengenal Kristus. Sudah banyak sekali pergerakan dari orang Kristen dalam mewujudkan hal ini, banyak sekali misionaris dari berbagai negara melakukan oenginjilan hingga ke pelosok-pelosok dunia.

Namun saat memikirkan hal ini, saya melihat kenyataan yang berbeda terjadi di dalam kalangan orang percaya sendiri. Dalam Kristen sendiri, secara tidak langsung sudah terjadi perpecahan antara beberapa denominasi gereja. Banyak terjadi perebutan jemaat, menyalahkan doktrin yang berbeda antar gereja, dan merasa bahwa gerejanya yang paling benar. Sungguh miris sekali melihat fakta ini, bahwa di tengah banyaknya misionaris yang melakukan pelayanan, ternyata di dalam kehidupan antar gereja sendiri terjadi permasalahan yang klasik.

Dalam artikel ini, saya tidak akan menyalahkan denominasi atau gereja tertentu, sebab saat ada perselisihan, yang bersalah adalah keduanya. Dari pandangan saya, hal ini kebanyakan terjadi karena terdapat sekelompok jemaat dari setiap gereja yang memiliki pengetahuan sempit dan terlalu fanatik. Banyak orang yang tidak berpikiran terbuka tentang pengajaran dari denominasi lain.

Dewasa ini memang orang Kristen semakin berkembang, tetapi banyak juga yang semakin kecewa dan sakit hati dengan Kristen. Dari pengalaman yang saya ketahui, banyak jemaat yang radikal (kebanyakan anak muda) yang terkesan "memaksa" orang lain untuk menjadi Kristen, bahkan yang ditarget bukanlah orang non Kristen, tetapi justru orang Kristen dari gereja yang berbeda. Hal ini menurut saya sudah merupakan sesuatu yang salah. Selain itu, banyak juga terjadi perdebatan yang tidak perlu antar gereja, terutama tentang doktrin-doktrin yang tidak sama. Tidak hanya doktrin yang diperdebatkan, namun juga lagu, penyembahan, liturgi, dan para pemimpin gereja. Sebenarnya yang diperdebatkan tidak ada yang salah, justru yang memperdebatkanlah yang tidak mengerti apa-apa.

Hal ini adalah permasalahan klasik yang sudah terjadi pada zaman Paulus di Korintus. Terjadi perpecahan antar jemaat yang memilih menjadi golongan Paulus dan golongan Apolos.

1 Korintus 1:12
Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

1 Korintus 1:23a
tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan:

Paulus mengatakan bahwa "kami" yang berarti Paulus dan Apolos sama-sama memberitakan Kristus. Namun karena adanya sifat fanatik dari jemaat yang merasa pengajaran Paulus lebih baik dan juga jemaat lain yang merasa pengajaran Apolos lebih baik, maka saat itu jemaat terpecah-pecah. Paulus yang mengetahui hal ini menegur para jemaat tersebut.

Yang terpenting dalam setiap pengajaran Kristen adalah, apakah gereja atau denominasi tersebut berdasarkan pada Kristus atau tidak. Mungkin memang banyak manifestasi yang terjadi dalam perkembangan jaman ini, namun bila memang didasari oleh hal yang benar, tujuannya pun pasti akan benar. Saya percaya bahwa Kristen akan selalu ada dan berkembang, maka dari itu, hendaklah sebagai umat Kristus, kita harus lebih dewasa dalam melihat keadaan yang terjadi, khususnya di dalam tubuh Kristus sendiri.

Efesus 2:22
Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Masing-masing dari kita adalah tempat kediaman Allah. Maka janganlah terpengaruh oleh perbedaan-perbedaan doktrin antar gereja. Sebab kita tahu bahwa Roh Kudus yang akan bekerja dalam hati kita, dan kita secara pribadi akan menjadi tempat kediaman Allah. Tetapi bukan berarti kita tidak perlu ke gereja, sebab gereja adalah tempat kita bertumbuh bersama komunitas Kristus.

Beberapa hari yang lalu, saya juga mendengar dari seorang pendeta yang mengatakan di depan jemaatnya bahwa beliau menyukai lagu-lagu rohani dari denominasi yang berbeda dari gerejanya. Hal ini tidak aneh bagi saya, sebab seperti inilah yang seharusnya terjadi.

1 Korintus 1:10
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Mari kita berkaca pada diri kita sendiri, apakah selama ini permasalahan ini menjadi penghambat penyebaran dan pertumbuhan Kristen? Haruslah kita sehati dan sepikir menjadi satu demi amanat agung Tuhan Yesus.

Bila kita mau obyektif, tidak akan ada gereja yang mampu menyesuaikan diri dengan kita. Pasti terdapat kekurangan-kekurangan yang akan menjadi pergumulan kita. Maka dari itu, haruslah kita bersikap dewasa dalam Kristus dan kitalah yang menyesuaikan diri dengan gereja kita.

"Kasih Kristus menciptakan kesatuan di tengah keragaman."

Selasa, 15 Juli 2014

Bersukacita



Bersukacita dalam keadaan apapun. Itu adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang menolak untuk memiliki sukacita dalam hidupnya. Namun hal ini tidaklah mudah, sebab banyak sekali gangguan, godaan, dan keadaan yang akan selalu mengganggu sukacita kita.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, sukacita memiliki arti suka hati, girang hati, dan kegirangan. Sukacita melibatkan hati, yang berarti bahwa sukacita tidak dapat dibohongi dari penampakan luar saja, namun berasal dari dalam hari.

Sukacita adalah pilihan kita. Sebab dalam keadaan apapun, sebenarnya kita bisa memilih untuk tetap bersukacita. Perintah Tuhan kepada umat-Nya adalah bersukacitalah di dalam Tuhan. Dunia memang akan selalu menghalangi sukacita kita dalam Tuhan, sebab kita memang masih diselimuti oleh daging. Tetapi dengan adanya iman kita di dalam Tuhan, dan kita tahu bahwa semua keadaan adalah atas ijin Tuhan, maka sudah seharusnya kita mampu bersukacita.

Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Sukacita yang benar akan selalu melibatkan iman kita pada Tuhan, dan hal tersebut akan menjadi sukacita yang abadi. Sukacita dalam Tuhan akan membuat kita memiliki kekuatan Roh dalam kondisi apapun. Di dalam kondisi yang menyakitkan dan tidak menyenangkan sekalipun, kita akan mampu bersukacita, sebab kita menjalaninya bersama dengan Tuhan.

Berikut saya mendapatkan beberapa referensi dari blog lain yang membahas mengenai sukacita yang dialami Paulus di dalam pelayanannya di Filipi.

1. Sukacita dalam doa ( Filipi 1:4)
Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

2. Sukacita dalam memberitakan Injil Kristus (Filipi 1:18)
Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

3. Sukacita dalam iman ( Filipi 1:25)
Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,

4. Sukacita persahabatan (Filipi 2:28-29)
Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia.

5. Sukacita dalam kasih dan kesatuan (Filipi 2:14)
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

6. Sukacita dalam pengharapan (Filipi 2:16)
sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

7. Sukacita dalam pengorbanan (Filipi 2:17-18)
Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

8. Sukacita atas berkat Tuhan (Filipi 4:10-11)
Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.

Untuk mengakhiri artikel ini, ada sebuah kisah nyata dari seorang yang bernama Fanny Crosby. Dia adalah seorang anak perempuan normal ketika lahir, dan kemudian menjadi buta saat umurnya 6 minggu karena suatu penyakit hingga dia meninggal di usia 94 tahun. Crosby tidak kehilangan semangat dalam hidupnya walaupun penglihatannya telah diambil. Justru sukacitanya semakin meningkat, dan dia menuangkannya dalam puisi pada umur 8 tahun. Sejak itu, Crosby menjadi seorang penulis puisi dan lagu Kristen. Dan hingga saat ini karyanya masih banyak terdengar di gereja-gereja di dunia.

Sukacita dalam Tuhan mampu mengubah hal yang biasa menjadi luar biasa. Hidup kita tidak akan pernah hambar bila ada sukacita. Seperti kisah Crosby, kita dapat mensyukuri segala keadaan hidup kita dan menjalaninya dengan sukacita. Dan yang pasti adalah, sukacita kita di dalam Tuhan terjadi karena nama kita sudah terdaftar di sorga.

Lukas 10:20
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

"Sukacita itu gratis, mengapa kita tidak memilih untuk bersukacita???"

Kamis, 26 Juni 2014

Kasih



Pada saat saya masih kecil dan mengikuti Sekolah Minggu, kakak pembimbing saya pernah mengatakan bahwa inti dari Alkitab hanya ada satu, yaitu KASIH. Saat penciptaan, Allah Bapa menunjukkan kasih-Nya atas segala ciptaan, termasuk manusia. Saat manusia jatuh ke dalam dosa, kasih tetap dicurahkan dengan memelihara manusia. Pembebasan umat Israel dan memberikan tanah perjanjian juga wujud kasih Bapa. Setelah itu, Bapa juga memberikan orang-orang pilihan atau nabi untuk selalu mengingatkan kasih Allah pada manusia. Dan hingga pada zaman Perjanjian Baru, Bapa mengutus anak-Nya, Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Dan setelah naik ke Surga, Roh Kudus tetap dicurahkan untuk mendampingi dan mewujudkan kasih-Nya pada manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu akan sangat menyenangkan bila setiap orang memiliki kasih. Dalam kehidupan yang saling mengasihi, tentu tidak akan ada permusuhan, pertengkaran, dan hal-hal yang negatif. Seperti itulah seharusnya kehidupan orang percaya, sebab Allah telah menyatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya harus memiliki kasih, sebab Allah sendiri adalah kasih.

1 Yohanes 4:8
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

1 Yohanes 4:16
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Setiap orang yang mengaku percaya dan mengenal Allah tentu harus tinggal di dalam Allah dan mau mengundang Allah agar tinggal di dalam kita juga. Dengan adanya hadirat-Nya dalam hidup kita, kasih akan selalu terpanxar dari kehidupan kita. Hemdaklah semakin hari, kita semakin serupa dengan Allah.

Dengan menjadi serupa dengan Allah, sifat-sifat dari kasih akan kita miliki juga. Paulus menyampaikan pengertian kasih kepada jemaat di Korintus, bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, sopan, bersukacita karena kebenaran, dan lain-lain.

1 Korintus 13:4-7
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Kasih bukanlah hal yang hanya kita wujudkan kepada orang-orang yang kita kenal, namun seharusnya kita mewujudkan kasih kepasa semua orang, bahkan kepada musuh kita sekalipun. Tuhan Yesus juga pernah mengungkapkan mengenai hal yang serupa, bahwa berbuat baik kepada orang yang baik dengan kita merupakan hal yang wajar. Memberikan bantuan dengan mengharapkan imbalan pun juga demikian, sebab apakah jasa kita bila melakukan hal seperti itu. Tuhan Yesus menghendaki agar kita mendoakan, mengasihi, membantu, dan memberkati musuh kita, sebab itulah yang juga dilakukan Tuhan Yesus kepada musuh-musuh-Nya.

Lukas 6:35
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Lukas 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Segala yang kita lakukan tentang kasih sudah dicontohkan oleh Bapa, maka dari itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengasihi. Yang harus kita pegang sebagai orang percaya adalah, bila kita hidup di dalam hadirat Tuhan, maka haruslah kasih terwujud dalam hidup kita. Bila kasih itu tidak muncul dari hidup kita, maka kita harus memeriksa iman kita sekali lagi, apakah kita sudah serupa dengan-Nya atau masih ada hal yang menghalangi kesungguhan iman kita.

Paulus sekali lagi membuat pernyataan mengenai kasih, dia menyebutkan bahwa kasih harus dimiliki setiap orang, sebab dasar dari segala yang baik adalah KASIH. Tanpa kasih segala pernuatan baik kita percuma, tanpa kasih iman kita juga tidak dapat berkembang, dan tampa kasih pengharapan kita akan hampa.

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Hiduplah penuh kasih, sebab Allah adalah kasih. 

"Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah wajar, 
namun mengasihi musuh kita adalah mulia"

Senin, 23 Juni 2014

Kebahagiaan Sejati



Bila kita mencari kata bahagia di dalam alkitab, tentu mata kita tidak akan luput dari Khotbah Yesus di bukit, yang juga dikenal sebagai "Ucapan Bahagia". 

Matius 5:2-12
Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.

Tuhan Yesus mengungkapkan segala sesuatu yang bertolak belakang dengan keadaan duniawi, sebab fokus Tuhan Yesus adalah kebahagiaan yang sejati. Sedangkan kebahagiaan yang selalu ditonjolkan oleh dunia adalah kebahagiaan yang semu.

Tuhan Yesus mau agar kita sebagai orang percaya mengerti apa arti dari kebahagiaan yang sebenarnya. Dalam kamus bahasa Indonesia, disebutkan bahwa bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram. Tentu saja pengertian tersebut benar, namun bagaimanakah cara mencapai kebahagiaan yang sejati? Tuhan mengajarkan Ucapan Bahagia untuk memutarbalikkan fakta, bahwa yang kita alami di dunia tidak akan mampu mempengaruhi kebahagiaan sejati kita di dalam Kristus. Dengan mengalami banyak penderitaan dan aniaya karena-Nya, Tuhan Yesus menyebutkan bahwa upah kita akan besar di Sorga. 

Yesaya 48:18
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

Tuhan sangat mengerti bahwa mengikut Dia tidaklah mudah, akan banyak jalan yang naik turun. Tetapi janji Tuhan sangatlah jelas, yaitu kebahagiaan akan datang terus, bahkan berlimpah-limpah seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti.

Lalu sebenarnya bagaimanakah agar kita mendapatkan kebahagiaan sejati? Cara yang pertama adalah kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Tentu saja hal ini akan dapat kita wujudkan dengan memberitakan Injil-Nya, menjauhi dosa, dan hidup berserah kepada-Nya.

Dan cara yang kedua adalah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dengan menolong, berbagi, berkorban, dan peduli dengan orang lain, kebahagiaan akan muncul dengan sendirinya ke dalam hidup kita. 

Bila kita berpikir dengan logika kita, banyak hal yang tidak masuk akal. Bagaimana ceritanya, bila kita berkorban demi orang lain, kita justru akan mendapatkan kebahagiaan. Bagaimana bisa bila kita menjadi misionaris dengan sukarela dengan biaya sendiri, kita akan mendapatkan kebahagiaan. Bagaimana mungkin saat kita keluar dari zona nyaman yang selama ini membuat kita bahagia, justru kita disebutkan akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati.

Sebagai orang percaya, memang kita dituntut untuk berserah dan percaya akan janji-Nya. Logika dan kedagingan kita akan mengeroyok iman kita. Janji Yesus adalah ya dan Amin. Dan Tuhan pasti akan menggenapi semua janji-Nya, termasuk segala janji tentang kebahagiaan yang akan kita dapatkan saat melakukan perintah-Nya.

Roma 4:20-21
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Percayalah dan cobalah lakukan segala yang diinginkan oleh Tuhan, maka kebahagiaan akan kita rasakan dalam hidup.

"berbagi kebahagiaan tidak akan mengurangi kebahagiaan kita"